Posts

Showing posts from December, 2010

Sajak Di Akhir Tahun

Adalah Jiwamu yang Haru

sisakan sedikit cahaya

Rahasia Puisi

mungkin di dalam kekosongan

Kunang-Kunang

seperti ditandai pada waktu

Sebatang pohon kamboja

Pengampun

Nasehat

MENUNGGU HUJAN REDA

PADA DAUN DAUN YANG JATUH

PADA JAM YANG TERUS BERDETIK

DI BENING MATAMU

DI SISA WAKTU

DI SAAT HUJAN

SURAT YANG KAU TULIS

Tak henti hujan menulis

Menulis Rindu

Ditulisnya nama

Ada Yang Menulis Isyarat

Hanya

malam malam di bulan desember

di rabumu di rabuku

Mungkin Hanya

kubisikkan di telingamu kata-kata

aku menggigil di buku sejarah

Puisi Yang Menjadi Genit, Menggoda Kami

Engkau adalah Aku. Aku adalah Engkau

LARIK LARIK YANG MUNGKIN INGIN KAU ABADIKAN

YANG MENUNGGU YANG MERINDU YANG BAYANG YANG KENANG YANG DIRI YANG SENDIRI

haiku atau haimu apa bedanya. hai hai. bulan terang di halaman. memandangmu semalaman

YANG ALAY YANG LEBAY

SAAT IMSAK KULIHAT JAM TERUS BERDETIK MENUJU SUBUH

GAUNG ATAU RAUNG YANG KUDENGAR

YANG MERAMBAT ADALAH

KETELA RAMBAT

PENSIL PATAH

yang keluh yang peluh memantra teluh

pada malam aku berangkat menuju dinihari

yang menunggu adakah dirimu

Kesedihan yang Menyapa. Mu

di batas ruang aku tulis sesak kalimat

Yang Berdetik Adalah Waktu

Menjelang 11 Agustus

Langit Demikian Cerah

Aku Ketuk PintuMU

Sambutlah Aku dengan RinduMU

Puisi Tentang Puisi

Jika Engkau Terjepit di Leher Botol, Apa yang akan Kau Lakukan?

G.A.Z.A

Tentang Gerimis

Tentang Kemerdekaan

Senja dan Matahari yang Menyusun dirinya dalam Puisi

Ketapang - Gilimanuk

Aku Datang, Bali

Legian-Kuta Malam Hari

Untuk Kanak-Kanakku

Senja yang Kuyup, Senja yang Gugup

Yang Berdiam dalam Handphone

Menyebarang Selat Bali

Memandang Purnama Bulan

Batu Kali

Hujan yang Kesekian

Di Tanah Lot

Aku Hujankan Puisi

Aku Bawakan Terang Bulan, Sayang

Aku Datang Ke Kotamu, Pontianak

Porong Macet

Aku Sebut NamaMU

SAJAK KANAK (1)

SAJAK KANAK (2)

SAJAK KANAK (3)

SAJAK KANAK (4)

SAJAK KANAK (5)

SAJAK KANAK (6)

SAJAK KANAK (7)

SAJAK KANAK (8)

SAJAK KANAK (9)

SAJAK KANAK (10)

SAJAK KANAK (11)

SAJAK KANAK (12)

Sajak Kanak (13)

Sajak Kanak (14)

Sajak Kanak (15)

Doa

Terima Kasih

Sebelum Berangkat

Doamu Cintaku

Cahaya Matahari Demikian Menyengat

Malang Pasar Malam

Agar Kau Catat

Terjemah Mimpi

Sebuah Tembikar

di Degup Jantung

Kau Ingat Tarian Bulan

Kota yang Mengasingkan

Assalamu Alaikum

BAYANG BAYANG WAKTU

HUJAN DI AKHIR TAHUN

MUNGKIN KAU KIRA

BAKARLAH BUKU KAMI

MUNGKIN TAK PERNAH KAU KIRA

AYO

ADA YANG BERANGKAT DI WAKTU SENJA

Tentang Senja

Di Puncak Malam

ada yang debar mungkin dari kabar

Selamat Pagi!

Jagalah: Mulutmu!

Aku Selalu Bertanya, dan Engkau tak Pernah Bosan

Langit Kenang

Di Beranda Milik Kita, ada Puisi Berangin

Segala tentang Mungkin, Sesuatu tentang Cinta

KAU RINDUKAN MALAM

Mungkin Kau Tak Ingin Dengar

KARENAMU

Di Kotamu

Sepi yang Hijau

Yang Membeku adalah Waktu

Silsilah

Biarlah Aku Hangat Matahari

karena hujan yang puisi

Kita Tulis Senjahari

Akulah Angin

Secangkir Teh yang Penuh Airmata

Memandang Senja yang Hujan

Di perbatasan Senja

Ada yang menyerpih, mungkin Ingatan

Yang Merindu adalah Aku, Yang Mencinta adalah Aku

AKU TAFSIRKAN FIRASAT

BURUNG-BURUNG BERNYANYI DI PAGI HARI

kau minta sajak kuberi kau rima. mari ke mari berlagu rindu mendayu dayu. mari ke mari kuberi rima beriramarama. mari rima mari

Marcopolo : fragmen sebuah film

Temulun

mengapa hanya aduh dan rasa sakit yang kau rasa

SEBAGAI EMBUN

AKU TERSESAT

AKU BANGUN RUANG-RUANG DI DALAM DADAKU

biru langitku cintaku.

BUKAN FATAMORGANA

keasingan yang sangat

ada yang menyusun rencana

Senja

Terjemah