Posts

Showing posts from March, 2013

Ku Ingin Menulis Sajak Cinta Terbaik Sepanjang Masa

Sudahkah anda membaca sajak-sajak cinta ini? Sajak atau puisi cinta yang perlu anda baca. Mungkin ini sajak atau puisi cinta terindah sepanjang masa (hehehe). Silakan kunjungi dan baca dengan sepenuh perasaan. Semoga hanyut dalam rasa mendalam, dalam gelombang pasang sajak-sajak cinta yang penuh kerinduan. Puisi-puisi cinta. Ah puisi puisi cinta seakan tak lekang dalam perjalanan waktu.
Adakah Kau RasaAku MerinduApa Kabar SenjaBagaimana Dapat Kau RasaBagaimana Dapat Kugambarkan BahagiaCintakuDari Kerling HeningDi Ujung SetiaDinyalakan-NyaHalangi Langkah KakiJangan Jadi DuriJika Cinta HadirKau TahuKudekap EngkauKuingin KatakanKumpulan Puisi CintaKunthi HastoriniKutemu SenyummuKutulisLelaki BerpuisiLENGKUNG MIMPIMatamu Adalah Cahaya Purnama BulanMenapak Jejak di Jalan SetapakMenemu Negeri CahayaPada Keping Yang SamaPuisiPuisi BerduaPuisi CintaPuisi Cinta BerduaPuisi Cinta KitaPuisi Cinta RomantisPuisi Kunthi Hastorini

Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta Karya Nanang Suryadi

Image
Buku Kumpulan Puisi Nanang Suryadi: Yang Merindu Yang Mencinta, diterbitkan oleh nulisbuku.com pada tahun 2012.

Pembelian buku dapat langsung ke: nulisbuku.com  Ikuti cara pemesanan buku di situs nulisbuku.com untuk mendapatkan buku kumpulan puisi Nanang Suryadi ini.

Buku Kumpulan Puisi yang Merindu yang Mencinta ini berisi puisi-puisi cinta yang dapat menginspirasi pembacanya. Sila nikmati buku kumpulan puisi karya Nanang Suryadi ini.

Download contoh puisi dalam Kumpulan Puisi ini: Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta

Buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai Karya Nanang Suryadi

Image
DERAI HUJAN TAK LERAI

derai hujan,
tubuhmu kuyup, sayup mata, isyaratkan keraguan
"kemana pergi? kemana pergi?"
hanya kabut dan putih buih hujan,
menyapa pandangan
"kakiku goyah, lemah, gamang melangkah"
begitu samar pandangku

jalanan basah, becek dan berlumpur
tak ada arah dituju,
langit begitu kelabu
derai hujan tak lerai;

Cilegon, 28 Juli 1998



Buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai Karya Nanang Suryadi dapat dibeli langsung melalui nulisbuku.com sila klik link http://nulisbuku.com/books/view/derai-hujan-tak-lerai untuk melihat penjelasan tentang buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai ini.


Sila download contoh-contoh puisi dalam Buku Kumpulan Puisi ini   di: http://nulisbuku.com/books/download/samples/a4a655b1a5f2811b06001d87917eb9ed.pdf

Buku Kumpulan Puisi BIAR! karya Nanang Suryadi

Image
Buku Kumpulan Puisi BIAR! karya Nanang Suryadi dapat dipesan melalui INDIE BOOK CORNER. Sila Kontak Irwan Bajang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Buku Kumpulan Puisi BIAR! Atau langsung meluncur ke link ini: http://bukuindie.com/beli-buku/cara/

Sila baca ulasan Yusri Fajar tentang buku ini:


ESTETISISME, REPETISI DAN DONGENG BINATANG[1] Oleh: Yusri Fajar [2]
Menulis puisi bukan proses kreatif dalam ruang hampa. Namun tidak banyak penyair memiliki keinginan mengisi ruang puisi dengan muatan ideologis dan kepentingan di luar seni. Persentuhan penyair dengan lingkungan, manusia dan alam, bisa memengaruhi gaya dan pilihan tema puisi. Tetapi sejauh mana manusia, alam dan berbagai fenomena di sekitarnya direpresentasikan dan dikonstruksi dalam puisi,  akan sangat diwarnai oleh kecenderungan penyair—apakah ia akan berkonsentrasi pada struktur internal puisi dan ‘universalitas’ makna atau lebih berkepentingan mengusung ‘seruan’ bahkan ‘perlawanan’ terhadap entitas di luar diri pen…

Buku Kumpulan Puisi Cinta, Rindu dan Orang-orang Yang Menyimpan Api dalam Kepalanya

Image
Buku Kumpulan Puisi Nanang Suryadi berjudul: Cinta, Rindu dan Orang-orang yang Menyimpan Api dalam Kepalanya bisa dibeli langsung melalui penulisnya. Sila klik di gambar cover berikut ini:

Kirim pesan di email: nanangsuryadi@yahoo.com twitter: @penyaircyber facebook: http://facebook.com/nanangsuryadi dengan menulis alamat kirim dan jumlah pemesanan.

Harga perbuku: 60.000 + ongkos kirim. Silakan ditransfer melalui: 
BRI KCP Unibraw 0579-01-015778-50-2
Atas nama: Nanang Suryadi

Berikut komentar  beberapa pembaca buku ini:

Puisi-puisi Nanang Suryadi ini bisa hadir membawa wajah Indonesia yang tidak dibungkus dengan kepalsuan dan tipu daya. (Asep Sambodja, Penyair, Dosen FIB UI)

Membaca dan memaknai puisi Nanang Suryadi yang sangat produktif dan kreatif memerlukan waktu dan bekal yang tak sedikit. (Cunong Nunuk Suraja, Dosen FKIP, Universitas Ibn Khaldun)

Pada dekade 2000-an, di mana Nanang Suryadi masuk di dalamnya, menunjukkan pergeseran wawasan estetik yang ditandai oleh berubahnya struktur la…

Buku Kumpulan Puisi

Blog Buku Kumpulan Puisi ini akan menampilkan buku-buku kumpulan puisi yang banyak diterbitkan oleh para penulis di tanah air. Perkembangan buku kumpulan puisi di Indonesia saat ini sangat menakjubkan. Buku-buku kumpulan puisi banyak diterbiitkan oleh banyak penulis puisi. Bagi anda yang ingin buku kumpulan puisinya tampil di blog ini, silakan menghubungi redaksi untuk ditampilkan di halaman-halaman blog buku kumpulan puisi ini.

Sebenarnya blog ini bisa merupakan buku kumpulan puisi juga, karena di era puisi cyber atau sastra cyber saat ini, buku kumpulan puisi bisa berupa buku kumpulan puisi digital, bukan hanya berupa buku kumpulan puisi dalam bentuk kertas. Blog-blog puisi yang bertebaran di dunia maya, serupa dengan buku kumpulan puisi di toko-toko buku atau di rak-rak perpustakaan. Namun saat ini dan tentu saja ke depan, para pembaca puisi hanya cukup berbekal smart phone, dia dapat menikmati bait-bait kata-kata indah dari banyak penulis puisi. Julukan penyaircyber mungkin akan ak…

Blog dan Portal Sastra Indonesia

Dalam daftar link di bagian menu sebelah kanan blog Puisi ini, saya mencantumkan banyak banyak link dari teman-teman penyair, juga portal-portal sastra yang mungkin akan bermanfaat bagi yang memerlukan.

Saat ini selain mengelola beberapa blog pribadi, saya juga mengelola beberapa portal yang berkaitan dengan seni budaya dan sastra, yaitu: fordisastra.com Portal Sastra Indonesia, Jendelabudaya.com Portal Seni Budaya dan Cybersastra.org Portal Sastra Cyber

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB
Web Nanang Suryadi

Sila kirim Puisi ke fordisastra.com

Bagi rekan-rekan yang ingin mengirim puisi sila kunjungi fordisastra.com, portal sastra Indonesia yang berdiri sejak 2005. Portal Sastra Indonesia ini selain memuat puisi, juga memuat cerpen, esai, novel, biografi sastrawan dll. Sila pasang link blog anda juga di sana, sisipkan di antara karya yang anda kirim. Sekedar informasi Pagerank fordisastra.com saat ini 4, mungkin bisa membantu membacklink blog-blog anda untuk meningkatkan pagerank juga.

Sila kunjungi fordisastra.com, portal sastra Indonesia.

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB
Web Nanang Suryadi

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan

Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007)
"Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Termasu…

Sajak di Kampung dan Kafe-kafe

Dalam jagat Internet, sastra tumbuh menjadi sesuatu yang tak angker. Belum menghasilkan karya yang cemerlang, tapi orang jadi tak sungkan menulis sajak, cerpen, atau esai—sebagian bahkan sudah diterbitkan menjadi buku. Inilah kisah seputar aktivis sastra cyber.

SUATU hari pada tahun 2000. Di sebuah warung Internet di Depok, Gratiagusti Chananya Rompas duduk mencangkung di depan komputer. Tangannya memencet-mencet papan tombol, mengisi kolom-kolom pada tampilan Yahoogroups. Anya, begitu ia biasa dipanggil, belum lama kenal Internet. Tetapi ia tahu, di ranah maya ini bisa terbentuk ruang diskusi. Ia memilih Bunga Matahari sebagai nama milis.

Selama beberapa waktu, milis itu hanya beranggotakan dua orang. Anya dan temannya, Danar Pramesti. Keduanya adalah mahasiswa Universitas Indonesia penyuka puisi. Bunga Matahari semula mereka bangun sebagai ajang rendezvous pertukaran puisi antar-mereka. ”Sebelum di milis, kami tuker-tukeran puisi kalau ketemu di kampus,” kata Anya.

Kini, enam tahun…

Menyikapi Internet Sebagai Media Bersastra

JAKARTA—Pembacaan cerita pendek oleh Danarto di QB Book Store saat peluncuran Graffiti Imaji oleh Yayasan Multimedia Sastra pekan lalu adalah sebuah momen menarik buat para penulis yang selama ini cukup produktif di dalam situs internet. Terbitnya kumpulan cerita pendek—memuat 83 karya yang dipilih oleh Sapardi Djoko Damono, Yanusa Nugroho, dan Anna Siti Herdiyanti—ini menguatkan posisi karya sastra dalam dunia internet. Seiring perkembangan teknologi, internet menjadi alternatif media bagi seniman untuk berkarya. Tak heran, banyak situs yang kemudian bermunculan untuk mewadahi kreativitas para sastrawan. Salah satunya adalah www.cybersastra.net. Situs yang dibentuk oleh Yayasan Multimedia Sastra ini nyatanya mampu menjadi wadah yang memadai. Buktinya, telah dua buku diterbitkan oleh Yayasan Multimedia Sastra yang mater…

Catatan untuk Sepilihan Sajak Nanang: Banyak Ruang Terbuka

Oleh: Sutan Iwan Soekri Munaf

Berhadapan dengan sajak tidaklah sama dengan berhadapan dengan prosa, baik cerita maupun tulisan bentuk lainnya. Bermuka-muka dengan sajak akan menguak pengalaman batin dan pengetahuan pikir serta kemampuan berimajinasi. Jika berhadapan dengan prosa, baik cerita maupun tulisan lainnya, akan terkuak pesan yang ingin dikomunikasikan pengarangnya kepada pembaca, berhadapan dengan sajak maka pembacalah yang diharapkan proaktif menguak pesan yang akan disampaikan penyairnya. Pasalnya, dalam sajak itu banyak ruang terbuka, mengutip kalimat dalam sajak Nanang Suryadi berjudul “Intro” (hlm. 11).

Paling tidak, itulah titik berangkat saya saat berhadapan dengan sepilihan sajak Nanang Suryadi berisi 99 sajak dalam kumpulannya berjudul Telah Dialamatkan padamu, terbitan Dewata Publishing tahun 2002 lalu. Saat berhadapan dengan Telah Dialamatkan padamu itu, saya pun diantarkan oleh Ahmaddun Y. Herfanda lewat tulisannya “’Erotisme Religius' Sajak Nanang”. Namun de…

Nanang Suryadi: Arthur Rimbaud Nusantara!

Oleh: A. Kohar Ibrahim

Di tengah malam sunyi sepi timbul kegairahan, sekalipun di luar langit hitam kelabu keputihan cahaya bumi berselimut salju. Dingin sekali. Selagi dimamah rindu pada Srikandi penggenggam pena di Nusantara, membuka jendela kaca ordina, kudapati sepucuk surat elektronika berisi undangan yang segera menghangati pikiran dan hati.

Maka aku sambut senang undangan itu, apalagi yang datang dari seorang penyair bernama Nanang Suryadi. Untuk menikmati sajiannya berupa kumpulan puisi (kupuisi) berjudul Telah Dialamatkan padamu terbitan Dewata Publishing akhir tahun lalu.

Kupuisi yang sampulnya indah berupa komposisi paduan yang kontras clear-obscur (gelap-terang), lembut tegar, berat ringan itu memang membikin orang seperti saya segera merasa tergelitik. Senang dalam menikmatinya. Dari bagian pertama sampai yang akhir. Suatu paduan yang hamornis lagi logis isinya aneka ragam warna dengan segala nuansa perasaan dan pemikiran.

Betapa tidak. Tiap kata yang dikomposisi bagi ju…

'Erotisme Religius' Sajak Nanang

Oleh: Ahmadun Yosie Herfanda

‘Erotisme religius’. Barangkali ini istilah yang aneh. Mungkinkah sesuatu yang erotis – yang sangat profan – bisa bercitra religius? Sulit untuk menjawab ya. Tapi, ketika membaca beberapa sajak Nanang Suryadi yang terkumpul dalam buku ini, sebutan ‘erotisme religius’ itu sulit untuk dihindari. Simaklah, misalnya, sajak Penari Telanjang berikut ini,

Menarilah engkau dengan telanjang
Di matamu matahari di matamu rembulan
Dan hujan berderaian dan bintang berpendaran
Berderaian pelangi dikibas ke kiri ke kanan

Menarilah engkau
Berputar menggeliat gelinjang
Hingga mengencang syahwat
Serindu-rindu akan wajah Kekasih
Ah rintih: Kau rinduku! Mabuk kepayangku pada-Mu!
Wajah-Mu! Tatap-Mu selalu!
Dan kau kelupas segala tabir rahasia
Hingga inti hingga tiada lagi jarak
Sirna dan tiada


Sajak di atas sangat menarik dan bisa mengundang rasa penasaran pembaca. Tanpa menulis ‘Kekasih’ dengan ‘K’ besar, dan tanpa menulis ‘Mu’ dengan ‘M’ besar, sajak di atas cenderung akan …

Telah Dialamatkan padamu Sepilihan Sajak Nanang Suryadi

Oleh: Cunong Nunuk Suraja

Membaca judul buku kumpulan puisi Nanang, selintas kita sudah terikat pada kata "sepilihan", sebuah kata yang mengisyaratkan adanya kesatuan atau jumlah satu. Barangkali saja penyair akan mempunyai dua atau sekian pilihan. Penggunaan kata yang menabrak kaidah bahasa Indonesia ini akan kita jumpai dalam 100 sajak Nanang yang terpilih dalam buku puisi ini. Nanang sangat suka mengerjai kata dalam sajak-sajaknya dan ini merupakan hak penyair yang dikenal dengan poetic license. Untuk sekadar contoh, kita simak puisi-puisi berikut.

terjemah kehendak, pada langit luas
…………………………………………

mungkin cuma gurau melupa duka, karena
…………………………………………

berabad telah lewat, apa yang ingin
didusta? pada bening mata
(Sajak “Intro”)

Dalam darah buncah meruah gelombangkan gelisah kalut
Seperti laut dalam tatapmu memagut. Demikian gairah meniada rasa takut
………………………………………
Ada ruang kosong. Keheningan. Jika engkau demikian lelah. Masuklah.
Ada ruang sepi. Menemu di…

Google+ Badge

Google+ Followers

Disukai Oleh:

Kata Kunci

Penyair75 Puisi Cinta61 Kumpulan puisi cinta59 Sajak Cinta53 Kumpulan Puisi Terbaik50 Puiai50 Kumpulan Puisi Nanang Suryadi25 Ruang Puisi25 Esai Sastra19 Artikel Sastra16 Cinta10 blog puisi10 Sajak anak8 kumpulan puisi religius8 Buku Kumpulan Puisi7 Buku Puisi7 Cerita7 Dongeng7 Rindu6 Video Baca Puisi6 buku6 puisi religi6 religius6 Cinta Tuhan5 Kritik Sosial5 blog5 indonesia5 puisi kenangan5 religi5 sosial5 antologi puisi cinta4 kenangan4 ketuhanan4 masyarakat4 puisi malam4 puisi sosial4 Kumpulan Sajak Cinta3 Puisi Cinta Kita3 kritik3 kumpulan puisi kenangan3 kumpulan puisi sunyi3 puisi kangen3 puisi kehidupan3 puisi kesepian3 puisi penantian3 puisi perjalanan cinta3 puisi rindu3 Blog Sastra2 Blog Sastra Indonesia2 alam2 budaya2 kepribadian2 keywords2 kumpulan puisi merindu2 pamflet2 politik2 psikologi2 puisi cinta romantis2 puisi perjalanan hidup2 puisi persahabatan2 puisi protes2 Bagus Sekali1 Belajar Menulis Puisi1 Bengkel Puisi1 Chairil Anwar1 Cinta anak1 Cinta istri1 Cointoh Puisi1 Contoh Puisi Bagus1 Diam1 Ebook Puisi1 Enak1 Hasan Aspahani1 Jakarta1 Kekasih1 Keluarga1 Keren1 Kota1 Kumpulan Puisi Untuk Sahabat1 Makanan1 Pasaridea1 Patah Hati1 Portal Sastra1 Portal Sastra Indonesia1 Puis Sahabat1 Puisi Bagus1 Puisi Chairil Anwar1 Puisi Contoh1 Puisi Dunia Malam1 Puisi Jakarta1 Puisi Konsumen1 Puisi Kota1 Puisi Lawas1 Puisi Sepi1 Puisi Sunyi Malam1 Puisi Terbaik1 Puisi Terkini1 Puisi Untuk Kekasih1 Puisi kontemporer1 Puisi mutakhir1 Puisi tentang cinta1 Sahabat Kota1 Sahabat Puisi1 Sajak Nanang Suryadi1 Sangat Bagus1 Sejuta Puisi1 Senja di pelabuhan kecil1 Sri Ajati1 Syair Cinta1 Syair Malam1 Terbaik1 Terhebat1 Yusri Fajar1 bangsa1 cybersastra1 doa keselamatan1 emosi1 galau1 generasi muda1 goenawan mohamad1 google plus1 harapan1 ingatan1 kahlil giran1 kesunyian1 kwatrin1 langit1 malam1 manusia1 negara1 orkestra ananda sukarlan1 pedih1 polemik1 puis1 puisi 20121 puisi 20131 puisi akhir tahun1 puisi baru dan lama1 puisi berisi cinta1 puisi berjudul cinta1 puisi bertema cinta1 puisi diam-diam1 puisi fisika1 puisi kematian1 puisi kimia1 puisi langit biru1 puisi matematika1 puisi negeri1 puisi pajak1 puisi pemberontakan1 puisi perjuangan1 puisi personifikasi1 puisi sains1 puisi science1 puisi sunyi1 puisi tahun baru1 puisi untuk sahabat baik1 reformasi1 reformasi 19981 romantis1 sahabat1 sajak kota pontianak1 sajak negeri1 sajak pajak1 sajak psikologi1 sajak tentang sajak1 sedih1 sejarah1 skizo1 sunyi1 surabaya1 tentang puisi1 ub1 wisata alam1
Show more
  • Sajak-sajak yang hendak dibaca lagi - Mari kita baca lagi sajak-sajak ini, dari penyaircyber Nanang Suryadi. Mari kita baca lagi: 1. AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU 2. Aku Adalah Airmata...
    1 week ago
  • ハングナディム市 - あなたの街を訪問、距離の赤い土の土地は、丘の家の登場、私は都市がみ探る あなたの街で、朝はとても静かだった。朝は、太陽を待っている。それは朝の光にポップアップ表示されます。太陽の東。太陽 TIK TIK TIK重要で、あなたの街で亜鉛を滴下このストライド、内気な雨を、雨 雨が鈍化する、いつも誘う雨は空のまま...
    6 years ago
  • Um den Leser von Lyrik - Ich möchte euch mit Worten, die nicht so leicht vergessen werden begrüßen, sind die Worte von den Fingern der Zeit zur Ewigkeit gesammelt Ich lehnte mich g...
    6 years ago
  • En cuanto a la oscuridad la lluvia - Me siento aquí. mirando el crepúsculo lluvioso. no se. sólo el viento y el deslizamientoresidual en la penumbra light.you dónde? como una pluma, quiero esc...
    6 years ago
  • La ville de Hang Nadim - visiter votre ville, le terrain de terre rouge au loin, la colline apparut la maison, essayezIexplore la ville dans votre ville, la matinée a été très calm...
    6 years ago