11/22/2014

Nanang Suryadi Baca Puisi Persembahan Darah - Telah Dialamatkan Padamu

Nanang Suryadi Baca Puisi INTRO - Telah Dialamatkan Padamu

Musikalisasi Puisi Nanang Suryadi

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Nanang Suryadi Baca Puisi di Lereng Panderman

Nanang Suryadi Baca Puisi Bersama Cerita Wahyu

5/06/2013

Contoh Puisi Puisi Yang Sepi

HITAM BAYANG

Kota dan bayang bayang melaju menderu ke arah tak tentu
Mimpi digariskan dalam tidur panjang
Terbunuhlah kanak oleh jemari kutuk
Ditikam dengan bengis ke dalam lubuk jantungnya
Karena nyeri kehidupan
O, berlepasanlah segala riwayat
Dari kehendak
Diserukan gemuruh diserukan deru
Manusia yang kehilangan
Mencampakkan engkau ke dalam parit-parit
Lubang kelamin
Tegang kelamin
Di kelangkang waktu
Hingga bertumbuhan ilusi dalam rahim imaji menggeliatkan janin kalimat
Detak jantungnya adalah hentak tak jelas
Demikian lamat menyeru kehidupan atau sekarat kematian



HANYA ENGKAU

jerit lindap dari kedalaman jiwa yang kosong menyeru meminta jawab rahasia nyeri di mana akhir di mana ujung derita tak bertepi tak tergapai daratan pantai di mana engkau menanti dengan senyum dengan peluk cium o dekaplah aku ayun ambinglah dalam perahu cintamu biar kukayuh biar simbah segala napsu biar punah segala syahwat lebur dalam cahaya cintamu yang gelombang arusnya menenggelamkan ke dalam hakikat kesejatian lumatlah lumatlah dengan sepenuhnya hingga habis diri tumpas diri yang ada hanya adamu semata engkau semata


MENGALIRLAH HIDUP

mengalirlah hidup mengalirlah bersama airmata mengalirlah hidup mengalir bersama mimpimimpi mengalirlah hidup menglir bersama derai tawa luka o inilah catatan yang telah menjadi saksi kesekian tentang kesepian manusia yang terlunta di padang padang buru di padang padang pencarian diri kekasih diri di mana kan ditemu di mana dijumpa karena janji yang ditera jemarinya di telapak tangan sebagai guratan nasib o engkau menarilah bersamaku menari dalam tangis derita bahagia menari dalam darah yang menyembur nyembur menderas mencari asal mula darah asal mula hembus napas asal mula kesejatian hidup



PADA HURUF YANG GEMETAR

pada huruf yang gemetar tersimpan sepi puisi dan gelisah sunyi penyair mengendap di kedalaman palung jiwa menyerta mimpi yang meronta dari dekap peluk waktu fana

Contoh Sajak Rindu kepada Tuhan

Di Saat Aku Merinduimu

Genta waktu yang kau bunyikan
Dentingnya sampai di sini

Di penghujung hari
Saat ku merinduimu

Apa yang ingin kau kabarkan?
Di kelebat saat yang fana

Engkau demikian abadi
Dalam ingatanku

Sejak kau hembus
Tak pupus

Hingga kini
Hingga gigilku sendiri

Merinduimu
Di lelangit harap dan mimpi

Kutatap
Juntaian takdir

Leliku
Jalan-jalan bercabang

Sampaikah aku
Menujumu?

Di hariba
Cintamu

BANDARA TAIPE

Menunggu. Menunggu. Mencoba mengeja dunia. Huruf-huruf tak terbaca. Kata terbata. Berapa harga sebuah dunia? Berapa harga, diri manusia.



Aku Adalah Airmata

aku adalah airmata, yang tak ingin kau hapus?

aku adalah airmata, yang menyerumu penuh rindu. melulu rindu.

aku adalah airmata. menyeru namamu. menyeru namamu!

Malang, 2011

Seminggu Terakhir

Yang disukai Sepanjang Waktu

Sebulan Terakhir