Ku Ingin Menulis Sajak Cinta Terbaik Sepanjang Masa

Sudahkah anda membaca sajak-sajak cinta ini? Sajak atau puisi cinta yang perlu anda baca. Mungkin ini sajak atau puisi cinta terindah sepanjang masa (hehehe). Silakan kunjungi dan baca dengan sepenuh perasaan. Semoga hanyut dalam rasa mendalam, dalam gelombang pasang sajak-sajak cinta yang penuh kerinduan. Puisi-puisi cinta. Ah puisi puisi cinta seakan tak lekang dalam perjalanan waktu.
Adakah Kau RasaAku MerinduApa Kabar SenjaBagaimana Dapat Kau RasaBagaimana Dapat Kugambarkan BahagiaCintakuDari Kerling HeningDi Ujung SetiaDinyalakan-NyaHalangi Langkah KakiJangan Jadi DuriJika Cinta HadirKau TahuKudekap EngkauKuingin KatakanKumpulan Puisi CintaKunthi HastoriniKutemu SenyummuKutulisLelaki BerpuisiLENGKUNG MIMPIMatamu Adalah Cahaya Purnama BulanMenapak Jejak di Jalan SetapakMenemu Negeri CahayaPada Keping Yang SamaPuisiPuisi BerduaPuisi CintaPuisi Cinta BerduaPuisi Cinta KitaPuisi Cinta RomantisPuisi Kunthi Hastorini

Kumpulan Puisi Orang Yang Merenung dan Perenungan

Kumpulan Puisi

    sajak-sajak: nanang suryadi

    ORANG YANG MERENUNG


     
    PRIBADI YANG TERBELAH

    bercakap sebagai karib yang selalu menghinakan satu sama lain
    melecehkan, bertempur dalam ruang dan waktu: diri!

    ada berapa kepribadian yang hadir pada dirimu?
    bertolak belakang paradoksal
    atau saling melengkapi sebagai harmoni

    sekular atau tak
    dikotomis atau bukan

    engkau hadir mencoba untuk tidak goyah, utuh mengatakan pada dunia

    tapi tak bisa
    senantiasa ada dialektik

    senantiasa ada keinginan-keinginan manusia
    yang tak terpadamkan , sepertinya.....

    Malang, 7 Juni 1997


    ORANG YANG MERENUNG
    buat: cak zen

    tanda yang membayang pada bola mata
    adalah dunia berputaran dalam benak kepala
    terbacalah kegundahan manusia merenungkan kehidupan
    sebagai cerita tiada habis-habisnya

    seperti juga ayat yang terbuka untuk ditafsirkan
    alam mengajarkan rahasia-rahasia sebagai tanda-tanda

    terbacakah juga di situ segala jawaban?

    orang yang merenung membaca tanda-tanda
    mencoba menyibak rahasia
    tak usai juga

    Malang, 02 Agustus 1997



    JAMBANGAN RETAK
    menderulah badai memporakan harapan yang disusun dalam hatinya
    seseorang yang mencinta meletakkan bunga layu pada jambangan retak

    kepada siapa kan disampaikan kegundahan
    orang sunyi yang merindu menyimpan bayangan
    menari-nari sebagai cerita tiada terlupakan

    catatan pada buku menguning
    abadikan kisah percintaan dan kesedihan

    Malang, 02 Agustus 1997



    SERAUT WAJAH MASA SILAM
    menatapmu adalah menatap silam
    dimana kutemukan bayangan menari

    adakah kurindukan masa lalu kembali kini
    pada senyum yang melambai
    pada pesona cinta yang menjerat hati

    raut wajah yang membayang pada kedua mataku
    adalah sejarah yang hendak kutimbun dalam kelampauan
    tapi tak!

    kenangan itu tetap membayang

    senyum itu mengapa menggoda diri
    raut wajah itu mengapa melambai lagi

    apakah manusia hidup dari kenangan demi kenangan
    dan tak kunjung beranjak pergi

    bayangan itu
    menari-nari
    o, menari- nari

    Malang, 29 September 1997



    CAHAYA MATA 
    angin kemarau
    mendera tubuhku
    panas dan berdebu

    kala begini kurindu menatap wajahmu
    sebagai kesejukan menyiram kegundahanku

    wahai
    betapa bening telaga
    pada sepasang mata
    mencahaya

    Malang, 23 September 1997




    SESEORANG YANG HENDAK MELUKIS
    ada seraut wajah mencoba menyelinap ke dalam mimpiku sunyi,
    o, kegundahan seorang lelaki membaca tanda-tanda
    : siapakah yang telah merenggut hati?

    kemudian, angan beterbangan menari-nari menuju cakrawala
    ingin melukis serupa pelangi,
    atau bunga-bunga yang bermekaran
    atau ketakutan
    atau mimpi-mimpi

    (wahai, tangan yang gemetar, hati yang gemetar...
    hendak melukis apa?)

    mungkin hanya impian,
    sekedar harapan di ujung malam
    tak ada jawaban pasti!


    Malang, 09 Oktober 1997


    POTRET
    di mana
    kan dijejakkan kaki?

    orang sendiri membaca diri
    pada sunyi dipahatkan mimpi

    menggeleparlah ia pada sepi
    menuai kenangan-kenangan
    menusuk ke lubuk hati

    dalam puisi, sepertinya....
    hanya sunyi
    hanya sepi
    hanya mimpi
    terbubuh lewat jemari

    orang sendiri membaca diri
    tak henti-henti

    Malang, 23-09-1997


    TANYA
    dari senyuman tertebar
    adakah kegundahan?

    dari cerita hari-hari kegembiraan, tawa dan cinta
    adakah kesedihan dan rindu yang menikam?

    dari cuaca yang terbaca dengan pikiran bersahaja
    adakah mimpi-mimpi kita?

    tanya demi tanya mengalir,
    adakah jawaban?

    Malang, 29 September 1997



    OBROLAN DI WARUNG KOPI
    bergelas kopi berbatang rokok terhidang. sebagai tanda. kehangatan itu
    terjalin dari bualan tentang apa saja. (inginkah kau kenal diriku
    seperti kau kenal dirimu sendiri?)

    katamu: mari kita bicara. dari puntung berasap. kerumitan puisi. dan
    tentang teman-teman yang sukar dimengerti maunya

    (kataku: tidakkah kau tahu kitapun begitu. berlari sepanjang waktu
    menolak pemastian demi pemastian. mencoba mengelak dari pola rekayasa.
    mengeja diri tak henti-henti. menjadi rahasia tak henti-henti...)

    Malang, September 1996

    MENELPON SEORANG TEMAN
    halo! apa kabar? masih adakah yang tersisa dari percakapan kemarin sore.
    secarik kertas bergambar waru tertusuk anak panah. kau bidikkan
    sungguh-sungguh atau bercanda saja?

    katamu: "adakah yang sungguh-sungguh di sini?"

    Malang, September 1996




Sila ditengok juga:
Post a Comment

Google+ Badge

Google+ Followers

Disukai Oleh:

Kata Kunci

Penyair75 Puisi Cinta61 Kumpulan puisi cinta59 Sajak Cinta53 Kumpulan Puisi Terbaik50 Puiai50 Kumpulan Puisi Nanang Suryadi25 Ruang Puisi25 Esai Sastra19 Artikel Sastra16 Cinta10 blog puisi10 Sajak anak8 kumpulan puisi religius8 Buku Kumpulan Puisi7 Buku Puisi7 Cerita7 Dongeng7 Rindu6 Video Baca Puisi6 buku6 puisi religi6 religius6 Cinta Tuhan5 Kritik Sosial5 blog5 indonesia5 puisi kenangan5 religi5 sosial5 antologi puisi cinta4 kenangan4 ketuhanan4 masyarakat4 puisi malam4 puisi sosial4 Kumpulan Sajak Cinta3 Puisi Cinta Kita3 kritik3 kumpulan puisi kenangan3 kumpulan puisi sunyi3 puisi kangen3 puisi kehidupan3 puisi kesepian3 puisi penantian3 puisi perjalanan cinta3 puisi rindu3 Blog Sastra2 Blog Sastra Indonesia2 alam2 budaya2 kepribadian2 keywords2 kumpulan puisi merindu2 pamflet2 politik2 psikologi2 puisi cinta romantis2 puisi perjalanan hidup2 puisi persahabatan2 puisi protes2 Bagus Sekali1 Belajar Menulis Puisi1 Bengkel Puisi1 Chairil Anwar1 Cinta anak1 Cinta istri1 Cointoh Puisi1 Contoh Puisi Bagus1 Diam1 Ebook Puisi1 Enak1 Hasan Aspahani1 Jakarta1 Kekasih1 Keluarga1 Keren1 Kota1 Kumpulan Puisi Untuk Sahabat1 Makanan1 Pasaridea1 Patah Hati1 Portal Sastra1 Portal Sastra Indonesia1 Puis Sahabat1 Puisi Bagus1 Puisi Chairil Anwar1 Puisi Contoh1 Puisi Dunia Malam1 Puisi Jakarta1 Puisi Konsumen1 Puisi Kota1 Puisi Lawas1 Puisi Sepi1 Puisi Sunyi Malam1 Puisi Terbaik1 Puisi Terkini1 Puisi Untuk Kekasih1 Puisi kontemporer1 Puisi mutakhir1 Puisi tentang cinta1 Sahabat Kota1 Sahabat Puisi1 Sajak Nanang Suryadi1 Sangat Bagus1 Sejuta Puisi1 Senja di pelabuhan kecil1 Sri Ajati1 Syair Cinta1 Syair Malam1 Terbaik1 Terhebat1 Yusri Fajar1 bangsa1 cybersastra1 doa keselamatan1 emosi1 galau1 generasi muda1 goenawan mohamad1 google plus1 harapan1 ingatan1 kahlil giran1 kesunyian1 kwatrin1 langit1 malam1 manusia1 negara1 orkestra ananda sukarlan1 pedih1 polemik1 puis1 puisi 20121 puisi 20131 puisi akhir tahun1 puisi baru dan lama1 puisi berisi cinta1 puisi berjudul cinta1 puisi bertema cinta1 puisi diam-diam1 puisi fisika1 puisi kematian1 puisi kimia1 puisi langit biru1 puisi matematika1 puisi negeri1 puisi pajak1 puisi pemberontakan1 puisi perjuangan1 puisi personifikasi1 puisi sains1 puisi science1 puisi sunyi1 puisi tahun baru1 puisi untuk sahabat baik1 reformasi1 reformasi 19981 romantis1 sahabat1 sajak kota pontianak1 sajak negeri1 sajak pajak1 sajak psikologi1 sajak tentang sajak1 sedih1 sejarah1 skizo1 sunyi1 surabaya1 tentang puisi1 ub1 wisata alam1
Show more
  • Sajak-sajak yang hendak dibaca lagi - Mari kita baca lagi sajak-sajak ini, dari penyaircyber Nanang Suryadi. Mari kita baca lagi: 1. AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU 2. Aku Adalah Airmata...
    1 week ago
  • ハングナディム市 - あなたの街を訪問、距離の赤い土の土地は、丘の家の登場、私は都市がみ探る あなたの街で、朝はとても静かだった。朝は、太陽を待っている。それは朝の光にポップアップ表示されます。太陽の東。太陽 TIK TIK TIK重要で、あなたの街で亜鉛を滴下このストライド、内気な雨を、雨 雨が鈍化する、いつも誘う雨は空のまま...
    6 years ago
  • Um den Leser von Lyrik - Ich möchte euch mit Worten, die nicht so leicht vergessen werden begrüßen, sind die Worte von den Fingern der Zeit zur Ewigkeit gesammelt Ich lehnte mich g...
    6 years ago
  • En cuanto a la oscuridad la lluvia - Me siento aquí. mirando el crepúsculo lluvioso. no se. sólo el viento y el deslizamientoresidual en la penumbra light.you dónde? como una pluma, quiero esc...
    6 years ago
  • La ville de Hang Nadim - visiter votre ville, le terrain de terre rouge au loin, la colline apparut la maison, essayezIexplore la ville dans votre ville, la matinée a été très calm...
    6 years ago