SAJAK IA YANG MEMBAYANGKAN DIRINYA YANG MISKIN



ia membayangkan bagaimana seseorang itu duduk di sebuah museum dan menulis tentang orang-orang miskin di sekelilingnya seperti ia yang miskin dan harus dipinjami uang terus menerus oleh sahabatnya yang ingin agar buku itu selesai dan ia terus membayangkan tentang rumahnya di desa yang jauh dan ia tidur di kamar yang sempit di sebuah rumah yang disewa-sewakan kamarnya yang berbau apak dan bau alkohol murahan serta sedikit muntah dari mulutnya semalam saat ia membayangkan bagaimana mungkin seorang kelas menengah dapat menulis tentang derita dan kemiskinan para buruh yang bekerja di antara bising deru mesin di antara modal yang tak menghitung tenagamu selain sebagai kelipatan keuntungan rente bagaimana mungkin ia hidup dengan tenaga yang terus dihisap dihisap oleh para pemodal yang menyeringai di kamarnya yang hangat dekat tungku besar di saat salju turun tiba di saat loncengberdentangan dari gereja yang megah mengingatkan liburan akan tiba bagaimana dengan hadiah untuk anak-anak dan istrinya di kampung halaman bagaimana dengan makannya di hari liburan itu di mana ia harus mendapatkan uang karena tak ada yang meminjaminya lagi ia uang karena tangan dan kakinya telah terlindas mesin di minggu kemarin!

2002




Post a Comment

Popular Posts