ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA

Dia, seorang anak muda yang tak mau disebut namanya, mencoba mempertanyakan hal-hal yang selama ini telah mapan, mungkin dapat disebut juga sebagai orang yang antikemapanan. Adakah telah merasuk dalam benak kepalanya apa yang disebut orang sebagai dekunstruksi (sebuah ajaran dalam wacana postmodernisme) dan ia latah ikut-ikutan melakukannya?

Sepertinya tidak, jika disebut latah ikut-ikutan, ia adalah orang yang mencoba sadar terhadap pilihan-pilihan hidupnya. Salah satu yang paling disukainya, dalam perjalanan hidupnya selama ini, adalah menelaah sejarah. Baginya kesadaran terhadap sejarah harus dimiliki, agar tak terjadi kesalahan-kesalahan yang menimpa umat manusia pada masa lalu tidak terjadi lagi pada masa sekarang atau masa mendatang.

Sebagai seorang anak yang dilahirkan pada masa orde baru, dia tidak mengalami hiruk pikuk pergelutan politik yang sering diceritakan oleh orang-orang tua serta buku-buku yang wajib dibacanya di sekolah menengah atau pada penataran-penataran. Kata orang, pada masa lalu telah terjadi peristiwa yang teramat carut marut, penuh kekerasan yang mengalirkan darah dan airmata. Dia adalah anak yang dibesarkan masa pembangunan orde baru, yang tak pernah menyaksikan atau merasakan pahit getirnya perjuangan revolusi 1945, serta kejadian-kejadian yang menyusul setelah itu, semacam Agresi Militer I dan II, Persidangan Konstituante, Peristiwa DI TII, Peristiwa PRRI-Permesta, Peristiwa pengkhianatan G30S PKI yang gagal serta disusul dengan runtuhnya rezim orde lama yang tidak menjalankan lagi Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, serta masih banyak lagi peristiwa yang hanya dapat didengar dari para orang tua dan dibacanya dari buku-buku sejarah.

Dia, seorang mahasiswa pada tahun 90-an pada sebuah universitas terkemuka di negeri ini, dengan pikiran-pikiran linear pada awal memasuki perkuliahan, berbekal pesan dari orang tua agar cepat lulus dengan nilai terbaik.Tapi apa mau dikata, sepertinya bukan salah bunda mengandung, Dia, yang memang sejak kecil menyukai dongeng-dongeng sejarah serta rajin membaca, ditambah lagi sedikit kemampuan menulis dan berrorganisasi (yang didapatnya pada sekolah menengah) tergoda untuk mencemplungkan diri pada sebuah arena permainan yang selama ini hanya dikenalnya dari buku-buku sejarah. Pada awalnya dia, yang menonjol bakat kepemimpinannya diajak mengikuti sebuah organisasi mahasiswa ekstra kampus, dan mulailah perjalanan hidupnya diwarnai dengan berbagai hal, dan munculah kembali pertanyaan-pertanyaannya tentang sejarah. Kembali ia tergoda untuk meragukan berbagai hal yang diyakininya selama ini sebagai sebuah keyakinan sejarah yang tak dapat diganggu gugat. Dia membaca berbagai buku serta media massa dengan begitu lahapnya, tanpa memperdulikan dari mana sumber tulisan itu. Dia teramat lapar, ingin dilahapnya semua informasi yang didapatnya, karena dengan begitu, menurutnya akan didapatkan sebuah keseimbangan, sebuah keadilan dalam menilai segala sesuatu.

************

Berbicara dengannya seperti berbicara dengan sejarah yang berlalu lalang di depan mata. Referensi tentang berbagai hal, sepertinya telah dikuasainya dengan sangat mengagumkan. Janganlah lagi jika ditanya tentang gerakan mahasiswa, yang dapat diceritakan dan dianalisisnya secara luar biasa, tentang berbagai hal diluar itu pun seperti filsafat, seni, agama dan masih banyak lagi akan dibahasnya, dari berbagai sudut latar belakang sejarah.

Ada satu hal yang mungkin merupakan kekurangan (atau kelebihannya barangkali), selama ini aku tak melihat ada seorang wanitapun yang menjadi orang istimewa disampingnya atau sebutlah pacar atau kekasih yang menjadi tumpahan perasaan dan perhatiannya. Sepertinya ia memperlakakukan semua orang baik lelaki maupun perempuan dengan perlakuan serta perhatian yang sama. Ah, itu kan urusan dia ya? Mau punya pacar atau tidak, itu kan tidak ideologis, katanya suatu ketika. (Ha...ha.. aku sering ingin tertawa sendiri jika mendengar argumentasinya, sambil menjabarkan tentang segala hal tentang cinta, menurut Erich Fromm, Sigmund Freud, Gibran serta penyair-penyair romantis yang dikenalnya lewat buku-buku, dan menyimpulkannya sendiri dengan muara kepada dirinya sendiri. Dasar! ).

Boleh dibilang, Dia adalah sosok manusia yang humanis yang menempatkan cinta sebagai sebuah wacana universalitas, dan kehidupan manusia demikian penting sehingga harus diberi makna, sesuai kodratnya. Dia akan teramat marah, ketika ketidakadilan nampak di depan matanya. Sebagai seorang aktivis mahasiswa yang mengetahui seluk beluk intrik politik dan permasalahan dalam masyarakat, lengkap dengan teori-teori yang didapat dari buku bacaannya ia seringkali menulis tentang berbagai hal tersebut.

Aku sering membaca tulisan-tulisannya itu baik essay, kolom, artikel, cerpen dan puisi. Ya, rupanya dia memiliki kemampuan lebih dalam dunia tulis menulis. Mungkin kegelisahan yang ia rasakan selama ini membuahkan inspirasi bagi tulisan-tulisannya.

***********

Suatu ketika, aku disodori beberapa tulisannya tentang fenomena kerusuhan yang melanda di segala penjuru tanah air. Sambil mendengarkan penjelasannya yang panjang lebar, aku membaca tulisan-tulisan yang hendak dikirimkannya ke media massa di ibukota. Wah, sepertinya dia teramat marah dan sangat emosional dalam menyikapi permasalahan ini. Seakan dia lupa, bahwa dalam menyikapi sesuatu harus seimbang dan adil penuh objektivitas, seperti yang dikatakannya padaku dulu. Kini, ia teramat subyekif dan sentimentil, dan melantangkan kemarahannya pada satu titik tertentu.

Mungkin, pertemuanku denganya saat itu adalah pertemuan yang terakhir, karena sudah beberapa hari ini aku tak pernah lagi berjumpa dengannya. Mungkin dia mati atau ditangkap saat melakukan aksi, aku tak tahu. Tak ada sumber berita yang dapat aku korek dengan jelas. Yang pasti, sosoknya itu dan pemikiran-pemikirannya telah membuahkan inspirasi bagiku.

Aku belajar menulis kepadanya, menulis essay, cerpen, artikel, kolom, serta puisi. Dia sangat suka kalau aku sodori puisi-puisi yang bertemakan sosial. Katanya, nah ini baru puisi namanya. Aku teringat Dia, seseorang yang berarti bagi sekelilingnya, walau mungkin sejarah tak mencatatnya. Karena katanya, Sejarah hanya milik orang-orang besar dan serdadu!

Untuknya aku pernah menulis begini:

Bicaralah, aku kan mendengarkan kata-katamu sebagai bisikan pilu dari seorang manusia yang menghuni dunia sakit jiwa. Tatapan kosong. Senyum yang ditebarkan pada ruang. Kau lihatkah Freud menyorotkan senternya ke dalam matamu. Menemukan deretan panjang keluhan, ditekan dalam ke alam bawah sadarmu yang gelap. Berapa lagi pil penenang yang harus ditelan untuk melupakan mimpi buruk kenyataan yang berulang datang, dan lari ke dunia mimpi.
Langkah itu begitu ganjil bikin tatapan heran sekelilingmu yang penuh tatakrama. Penuh aturan manusia. Adat istiadat yang mengharuskan kau berbuat normal.Lampu senter yang disorotkan ke dalam mata. melihat keterasingan di dalamnya. Penuh makian!


Dia pun tertawa membacanya, dan berkomentar: ah, kau anggap aku gila ya...mungkin benar juga, tapi sepertinya kita dihimpit oleh persoalan-persoalan yang membelenggu pemakanaan terhadap kehidupan manusia.

****


Namun, ada beberapa tulisan lagi yang belum dibacanya, yang aku tulis setelah pembicaraan tempo hari, mungkin aku terpengaruh argumentasinya.

Meledak juga akhirnya, kemarahan itu, membakar gedung-gedung serta harta benda yang begitu kau cintai. Massa yang mungkin sukar kau mengerti maunya. Orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya dari waktu ke waktu, rasakan berjuta perasaan dalam dada bergalau tak karuan. Orang-orang yang memandang pameran kemewahan, namun mereka tiada mampu memilikinya, walau keringat telah diperas begitu deras, walau tulang belulang telah dibanting dengan begitu keras. Namun tetap saja yang terlihat ketidakadilan yang disodorkan di mana-mana. Mengapa kau tanyakan lagi; apa sebab kerusuhan itu terjadi. Darah membanjir. Air mata mengalir. Sedangkan jeritan itu tiap detik diperdengarkan meminta perhatianmu. Dan tak juga telingamu mendengarnya?

Jemariku melukis dengan gemetar sebuah kota yang gemuruh, yang mencampakkan orang--orang yang kesepian ke dalam plaza, diskotik, cafe yang riuh serta ruang hotel hendak lunaskan mimpi senggama. Karena industrialisasi (juga modernisasi + westernisasi) telah mencemplungkan mereka ke dalam limbah-limbah pabrik dan melemparkannya ke udara yang pengap. Namun tak jera juga manusia mengadu nasibnya dengan map penuh kertas di tangan mengetuk pintu-pintu kantor, dimana mimpi-mimpi akan di simpan di dalamnya .

Dan pada kerusuhan yang meledak di segala penjuru. Kita tatap wajah siapa. Selain orang-orang yang lelah dan benak penuh api, yang akan membakar, apa saja. Di tanganku yang gemetar, kota yang meledak menggigilkan harapan ke sudut-sudut peradaban.


Malang, 22 Juli 1997
Post a Comment

Google+ Followers

Kata Kunci

Syair76 Puisi Cinta61 Kumpulan puisi cinta60 Sajak Cinta53 Kumpulan Puisi Terbaik50 Puiai50 Kumpulan Puisi Nanang Suryadi26 Ruang Puisi25 Esai Sastra19 Artikel Sastra16 Cinta10 blog puisi10 kumpulan puisi religius9 Sajak anak8 Buku Kumpulan Puisi7 Buku Puisi7 Cerita7 Dongeng7 Rindu6 Video Baca Puisi6 buku6 puisi religi6 religius6 Cinta Tuhan5 Kritik Sosial5 blog5 indonesia5 puisi kenangan5 religi5 sosial5 antologi puisi cinta4 kenangan4 ketuhanan4 kumpulan puisi kenangan4 kumpulan puisi sunyi4 masyarakat4 puisi malam4 puisi sosial4 Blog Sastra3 Blog Sastra Indonesia3 Kumpulan Sajak Cinta3 Puisi Cinta Kita3 kritik3 kumpulan puisi merindu3 puisi kangen3 puisi kehidupan3 puisi kesepian3 puisi penantian3 puisi perjalanan cinta3 puisi rindu3 Portal Sastra2 Portal Sastra Indonesia2 Puisi Contoh2 alam2 budaya2 kepribadian2 keywords2 pamflet2 politik2 psikologi2 puisi cinta romantis2 puisi perjalanan hidup2 puisi persahabatan2 puisi protes2 Bagus Sekali1 Belajar Menulis Puisi1 Bengkel Puisi1 Chairil Anwar1 Cinta anak1 Cinta istri1 Cointoh Puisi1 Contoh Puisi Bagus1 Diam1 Ebook Puisi1 Enak1 Hasan Aspahani1 Jakarta1 Jaringan Sastra1 Kekasih1 Keluarga1 Keren1 Kota1 Kumpulan Puisi Untuk Sahabat1 Makanan1 Pasaridea1 Patah Hati1 Puis Sahabat1 Puisi Bagus1 Puisi Chairil Anwar1 Puisi Dunia Malam1 Puisi Jakarta1 Puisi Konsumen1 Puisi Kota1 Puisi Lawas1 Puisi Sepi1 Puisi Sunyi Malam1 Puisi Terbaik1 Puisi Terkini1 Puisi Untuk Kekasih1 Puisi kontemporer1 Puisi mutakhir1 Puisi tentang cinta1 Sahabat Kota1 Sahabat Puisi1 Sajak Nanang Suryadi1 Sangat Bagus1 Sejuta Puisi1 Senja di pelabuhan kecil1 Sri Ajati1 Syair Cinta1 Syair Malam1 Terbaik1 Terhebat1 Yusri Fajar1 bangsa1 cybersastra1 doa keselamatan1 emosi1 galau1 generasi muda1 goenawan mohamad1 google plus1 harapan1 ingatan1 kahlil giran1 kesunyian1 kwatrin1 langit1 malam1 manusia1 negara1 orkestra ananda sukarlan1 pedih1 pesan puisi1 polemik1 puis1 puisi 20121 puisi 20131 puisi akhir tahun1 puisi baru dan lama1 puisi berisi cinta1 puisi berjudul cinta1 puisi bertema cinta1 puisi diam-diam1 puisi fisika1 puisi kematian1 puisi kimia1 puisi langit biru1 puisi matematika1 puisi negeri1 puisi pajak1 puisi pemberontakan1 puisi perjuangan1 puisi personifikasi1 puisi sains1 puisi science1 puisi sunyi1 puisi tahun baru1 puisi untuk sahabat baik1 reformasi1 reformasi 19981 romantis1 sahabat1 sajak kota pontianak1 sajak negeri1 sajak pajak1 sajak psikologi1 sajak tentang sajak1 sedih1 sejarah1 skizo1 sunyi1 surabaya1 tema puisi1 tema sajak1 tentang puisi1 topik tentang1 ub1 wisata alam1
Show more
  • Sajak-sajak yang hendak dibaca lagi - Mari kita baca lagi sajak-sajak ini, dari penyaircyber Nanang Suryadi. Mari kita baca lagi: 1. AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU 2. Aku Adalah Airmata...
    2 weeks ago
  • ハングナディム市 - あなたの街を訪問、距離の赤い土の土地は、丘の家の登場、私は都市がみ探る あなたの街で、朝はとても静かだった。朝は、太陽を待っている。それは朝の光にポップアップ表示されます。太陽の東。太陽 TIK TIK TIK重要で、あなたの街で亜鉛を滴下このストライド、内気な雨を、雨 雨が鈍化する、いつも誘う雨は空のまま...
    6 years ago
  • Um den Leser von Lyrik - Ich möchte euch mit Worten, die nicht so leicht vergessen werden begrüßen, sind die Worte von den Fingern der Zeit zur Ewigkeit gesammelt Ich lehnte mich g...
    6 years ago
  • En cuanto a la oscuridad la lluvia - Me siento aquí. mirando el crepúsculo lluvioso. no se. sólo el viento y el deslizamientoresidual en la penumbra light.you dónde? como una pluma, quiero esc...
    6 years ago
  • La ville de Hang Nadim - visiter votre ville, le terrain de terre rouge au loin, la colline apparut la maison, essayezIexplore la ville dans votre ville, la matinée a été très calm...
    6 years ago