RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan

Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007)

"Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Termasuk puisi. Kalau saja W.S. Rendra lebih muda beberapa puluh tahun, ia pasti tak menulis kumpulan puisi Sajak-sajak Sepatu Tua di buku pola baju. Ia, seperti juga para sastrawan muda masa kini, pasti akan menumpahkannya di sebuah blog warna-warni.Untuk Indonesia saja, kita bisa menemui ribuan blog sastra - kalau kita setuju memakai istilah itu.

Memang, banyak juga yang puisi-puisinya seperti puisi remaja yang baru jerawatan, seperti puisi-puisi yang selama ini banyak ditulis di diari warna jambon. Tapi ada juga yang menampilkan curahan isi hati dengan lebih baik.Coba jenguk karena berbagi cinta itu indah (suratcinta.blogspot.com). Menurut pemiliknya, blog ini adalah, "Album surat-surat cinta kepada kekasih, keluarga, siapa saja yang tercinta. Surat-surat di album ini dikoleksi dari beberapa milis, kamar chatting, maupun e-mail pribadi."Karena surat, tidak mesti dibuat dalam bentuk bait-bait puisi yang pendek, seperti dalam Surat Buat Bunda:
kadang hari jadi demikian melelahkan,ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauhingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbangmencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempir ruang

Yang jelas, blog amat menguntungkan para sastrawan amatir. Amatir ? Anda boleh tak setuju, tapi blog-blog "sastra" memang didominasi oleh para sastrawan amatir. Maksudnya, mereka yang hanya menulis puisi untuk blognya. Yang hanya ingin mengungkapkan apa yang bergemuruh di dalam hatinya dan berkecamuk di dalam kepalanya. Yang belum tentu ingin menerbitkan buku puisi, apalagi disebut sastrawan. Tapi bukan berarti puisi yang mereka buat amatiran.Misalnya saat Nanang Suryadi (nanangsuryadi.blogspot.com) yang menulis puisi tentang anaknya :
ayah tak bisa menggambar bunga,atta saja, pasti bisa
atta menggambar bunga,anggrek yang bunda siram, sudah berbunga
bunganya kuning, merah,ada bintik-bintik hitam juga
atta menggambar bunga,di lantai dan tembok rumah
....
Memang, para sastrawan blog ini banyak juga yang tergabung dalam milis-milis sastra, atau setidaknya, mereka mengirimkan puisi ke situs-situs sastra seperti Cybersastra (cybersastra.net). Tapi blog adalah rumah mereka. Di blog mereka memiliki kekuasaan untuk berkreasi.Bedanya dengan milis sastra yang karya-karya yang dikirim adalah yang terbaik, dalam blog orang bebas menggunakan bahasanya sendiri. Ada yang nyaman menulis puisi dalam bahasa Inggris, ada yang lebih senang memakai bahasa cakap sehari-hari, ada juga yang menyingkat penulisan kata seperti dalam pesan pendek.Bagi mereka, sajak bukan cuma tentang gemintang dan danau di ketiak gunung. Mereka yang hanya ingin mengungkapkan apa yang mereka rasakan lewat puisi, bisa juga bicara soal koran kota yang penuh liputan kriminal atau tentang televisi seperti di Sejuta Puisi (sejutapuisi.blogspot.com) milik Hasan Aspahani :
Nonton TV hari ini
sembilan stasiun televisiacaranya sama: kartun Tom & Jerry

Tapi tentu saja, blog juga untuk mereka yang serius nyastra seperti Zai Lawanglangit (Kutulis Puisi: zaylawanglangit.blogspot.com) atau Zabidi Ibnoe Say yang puisinya diterbitkan dalam sejumlah buku seperti Bisikan Kata, Teriakan Kota (DKJ & Bentang Budaya, 2003), Dian Sastro for President#2:Reloaded (AKY-Bentang, 2003), Buku Antologi Puisi Maha Duka Aceh (PDS HB Jassin, 2005) dan Cyberpunk "Les Cyberlettres" (YMS, 2005). Hal yang sama juga dilakukan oleh Arwan di arwan.blogspot.comAda juga tidak cuma menulis puisi, tapi juga memberi review soal blog-blog sastra lain yang pernah ia kunjungi. Ini dilakukan oleh Malina Sofia dalam Folder Malina (malinasofia.blogspot.com). Ia, misalnya, menulis tentang blog Hasan Aspahani, Ninus (ritualmalam.blogspot.com), atau Medy Loekito. Begini ia bilang tentang Medy: "Medy Loekito [ML], penyair yang menjadi ibu bagi komunitas penyair cyber ini memiliki warna puisi yang unik, yang berbeda dari warna puisi penyair-penyair lain. Saya menuduh penyair ML adalah pemuja kesunyian dan kesunyian pulalah yang menjadi jiwa puisi-puisinya: 'engkaulah sepi/wujud maya kata//engkaulah kata/wujud nyata sepi' (Puisi, Engkaukah)."Tapi kenapa puisi ? Kenapa sebagian besar blog yang memuat karya sastra hanya berisi puisi ? Ke mana cerita pendek atau panjang ? Ke mana bentuk-bentuk sastra lainnya ? Ada sih, tapi tak banyak. Lalu kenapa ? Tak perlu bingung. Ini semua disebabkan oleh karakter blog yang seperti buku harian, seperti kantong muntah yang tersedia di belakang setiap kursi pesawat. Ia menampung gejolak yang ingin dikeluarkan dari diri pemiliknya. Lintasan-lintasan sesaat yang memang hanya cocok ditumpahkan dalam bentuk puisi.Karenanya, isi dan kualitasnya bisa macam-macam. Tapi jangan sesekali membaca blog sastra dengan pikiran seorang kritikus sastra yang bernafsu besar. Puisi dan blog itu tidak dibuat untuk dinilai. Mereka hadir untuk berbagi.
8 comments

Google+ Followers

Kata Kunci

Syair76 Puisi Cinta63 Kumpulan puisi cinta60 Sajak Cinta54 Kumpulan Puisi Terbaik50 Puiai50 Kumpulan Puisi Nanang Suryadi26 Ruang Puisi25 Esai Sastra19 Artikel Sastra16 Cinta10 blog puisi10 kumpulan puisi religius9 puisi religi9 Sajak anak8 puisi sosial8 Buku Kumpulan Puisi7 Buku Puisi7 Cerita7 Dongeng7 Kritik Sosial7 Rindu6 Video Baca Puisi6 buku6 puisi kenangan6 religius6 Cinta Tuhan5 blog5 indonesia5 kumpulan puisi kenangan5 puisi protes5 religi5 sosial5 Puisi Cinta Kita4 antologi puisi cinta4 kenangan4 ketuhanan4 kumpulan puisi sunyi4 masyarakat4 politik4 puisi malam4 Blog Sastra3 Blog Sastra Indonesia3 Kumpulan Sajak Cinta3 kritik3 kumpulan puisi merindu3 puisi kangen3 puisi kehidupan3 puisi kesepian3 puisi penantian3 puisi perjalanan cinta3 puisi rindu3 Portal Sastra2 Portal Sastra Indonesia2 Puisi Contoh2 Puisi Kota2 Sahabat Kota2 alam2 budaya2 kepribadian2 keywords2 pamflet2 psikologi2 puisi cinta romantis2 puisi perjalanan hidup2 puisi persahabatan2 puisi sunyi2 puisi untuk sahabat baik2 sajak negeri2 sajak tentang sajak2 Bagus Sekali1 Belajar Menulis Puisi1 Bengkel Puisi1 Chairil Anwar1 Cinta anak1 Cinta istri1 Cointoh Puisi1 Contoh Puisi Bagus1 Diam1 Ebook Puisi1 Enak1 Hasan Aspahani1 Jakarta1 Jaringan Sastra1 Kekasih1 Keluarga1 Keren1 Kota1 Kumpulan Puisi Untuk Sahabat1 Makanan1 Pasaridea1 Patah Hati1 Puis Sahabat1 Puisi Bagus1 Puisi Chairil Anwar1 Puisi Dunia Malam1 Puisi Jakarta1 Puisi Konsumen1 Puisi Lawas1 Puisi Sepi1 Puisi Sunyi Malam1 Puisi Terbaik1 Puisi Terkini1 Puisi Untuk Kekasih1 Puisi kontemporer1 Puisi mutakhir1 Puisi tentang cinta1 Sahabat Puisi1 Sajak Nanang Suryadi1 Sangat Bagus1 Sejuta Puisi1 Senja di pelabuhan kecil1 Sri Ajati1 Syair Cinta1 Syair Malam1 Terbaik1 Terhebat1 Yusri Fajar1 bangsa1 bogor1 cybersastra1 doa keselamatan1 emosi1 galau1 generasi muda1 goenawan mohamad1 google plus1 harapan1 ingatan1 kahlil giran1 kedamaian1 kesunyian1 kwatrin1 langit1 malam1 manusia1 negara1 orkestra ananda sukarlan1 pedih1 perdamaian1 pesan puisi1 polemik1 puis1 puisi 20121 puisi 20131 puisi akhir tahun1 puisi baru dan lama1 puisi berisi cinta1 puisi berjudul cinta1 puisi bertema cinta1 puisi diam-diam1 puisi fisika1 puisi kedamaian1 puisi kematian1 puisi kimia1 puisi langit biru1 puisi matematika1 puisi negeri1 puisi pajak1 puisi pemberontakan1 puisi perdamaian1 puisi perjuangan1 puisi personifikasi1 puisi sains1 puisi science1 puisi tahun baru1 puisi untuk kawan1 reformasi1 reformasi 19981 romantis1 sahabat1 sajak hujan1 sajak kota pontianak1 sajak pajak1 sajak psikologi1 sedih1 sejarah1 skizo1 sunyi1 surabaya1 tema puisi1 tema sajak1 tentang puisi1 topik tentang1 ub1 wisata alam1
Show more
  • Sajak-sajak yang hendak dibaca lagi - Mari kita baca lagi sajak-sajak ini, dari penyaircyber Nanang Suryadi. Mari kita baca lagi: 1. AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU 2. Aku Adalah Airmata...
    8 months ago
  • ハングナディム市 - あなたの街を訪問、距離の赤い土の土地は、丘の家の登場、私は都市がみ探る あなたの街で、朝はとても静かだった。朝は、太陽を待っている。それは朝の光にポップアップ表示されます。太陽の東。太陽 TIK TIK TIK重要で、あなたの街で亜鉛を滴下このストライド、内気な雨を、雨 雨が鈍化する、いつも誘う雨は空のまま...
    7 years ago
  • Um den Leser von Lyrik - Ich möchte euch mit Worten, die nicht so leicht vergessen werden begrüßen, sind die Worte von den Fingern der Zeit zur Ewigkeit gesammelt Ich lehnte mich g...
    7 years ago
  • En cuanto a la oscuridad la lluvia - Me siento aquí. mirando el crepúsculo lluvioso. no se. sólo el viento y el deslizamientoresidual en la penumbra light.you dónde? como una pluma, quiero esc...
    7 years ago
  • La ville de Hang Nadim - visiter votre ville, le terrain de terre rouge au loin, la colline apparut la maison, essayezIexplore la ville dans votre ville, la matinée a été très calm...
    7 years ago