setiap senja aku ingin menulis puisi

setiap senja aku ingin menulis puisi, sebaris dua baris kepenatan yang tersisa, agar terurai agar memuai lebur dalam kata, sebuah senja.

apa kabar? magrib menyisakan gema azan, di langit yang jauh, di tanah yang jauh, masihkah kau dengar, degup yang tersisa dari sebuah rindu surga yang jauh

aku tulis sajak ini, karena waktu demikian fana, dan kata akan abadi

seperti kita yang mengeja perjalanan, setapak demi setapak, luka demi luka, rindu demi rindu, cinta demi cinta, begitulah sajak akan kembali

mungkin kau risau, labil dan galau, seperti ingin kau tancapkan pisau di dadamu, agar parau nyeri sampai ke titik pedihnya. tapi untuk apa?

ah segala risau enyahlah, segala galau punahlah, segala racau leburlah, segala kacau menyatulah. hiduplah hidup dengan tegar! dengan iman! rindu yang mengental, cinta yang selalu terjaga. kasih sayangnya semata.

Malang, 2010-2011
Post a Comment

Popular Posts