Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kumpulan puisi

Puisi-Puisi Yang Paling Banyak dibaca

Di blog ini, sajak-sajak ini yang paling banyak diklik dan dibaca: Kumpulan Puisi (Sajak) Religius Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011 Contoh Puisi Puisi Yang Sepi Puisi Terbaik di Indonesia Kumpulan Puisi Sunyi Kumpulan Puisi Protes Sosial: Surat Untuk Ibu Pertiwi Contoh Sajak Rindu kepada Tuhan Sajak Di Akhir Tahun

Sunyi Sebenar Sunyi Meliputinya

sunyi sebenar sunyi meliputinya. sunyi yang ingin dinikmatinya sendiri. jangan kau ganggu. hingga pertapa menemu. masuk telinga ruci. tak ada kepastian baginya. hanya dirinya sendiri. bertarung dengan gelombang. pemikirannya sendiri. lautan api di kepalanya.

Kumpulan Puisi Untuk Para Sahabat

Kumpulan Puisi Untuk Sahabat Puisi-Puisi Nanang Suryadi  KEMARAU : devi ps ada yang takut melangkahkan kaki, karena kemarau begitu bengisnya menghadang langkah, menantang dengan kerontangnya, kau tahu? tak ada oase, walau fatamorgana, dalam pandang, juga bayang, ada yang gamang meniti waktu karena kepedihan kerap diteguknya ada yang ragu menatap cuaca walau pernah pada mata dicari telaga "duhai, mengapa kemarau semata!" malang, 1999 KUDA HITAM BERLARI KENCANG :anggi anggi, kuda yang tegar itu dulu berlari kencang sekali ke mana pergi? mungkin berdiri termangu dalam belenggu tapi kutahu: ia tak kan terus begitu kakinya yang kekar surainya yang tebal napasnya yang panjang : hei, kudaku lari kencang! malang, 1999 PADA ALAM KAU BERNYANYI :samsul bachri alam mengajarkan, banyak hal: daun yang jatuh tak mengaduh tersenyum ia karena tanah merindukannya dan pada daun muda ia memberi kesempatan pada alam kau bernyanyi ber...

Kumpulan Puisi Wisata Terbaru 2013

DI LONDON SALJU POST COLONIAL salju turun demikian lebat selebat kelebat kelebat bayangan sejarah di antara patung patung dan gedung tua sale! sale! musim dingin belum habis wajah wajah cerah berburu di butik butik aku membayangkan salju post colonial turun di ruangan berpenghangat tak ada yang menanyakan darimana aku berasal seperti hanya kuduga wajah wajah eropa timur lithuania, rumania, rusia, slovakia, bangsa bangsa yang berdesakkan dalam kepalaku juga di dalam butik butik yang berteriak sale sale aku berfoto dengan patung muhammad alfayed, dan tak masuk ke tokonya, harod, aku ikut bersedih tentang dodi dan diana salju turun demikian lebat parit parit membeku, di london city, aku ikut membeku bersama ingatan post colonialku CHINA TOWN apa yang merekatkan kita, mungkin nasi bukan steak kentang dan roti bebek panggang di chinatown london, enggan masuk ke dalam lambungku ah, masih kuingat bebek panggang di pusat ko...

Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta Karya Nanang Suryadi

Buku Kumpulan Puisi Nanang Suryadi: Yang Merindu Yang Mencinta, diterbitkan oleh nulisbuku.com pada tahun 2012. Pembelian buku dapat langsung ke: nulisbuku.com   Ikuti cara pemesanan buku di situs nulisbuku.com untuk mendapatkan buku kumpulan puisi Nanang Suryadi ini. Buku Kumpulan Puisi yang Merindu yang Mencinta ini berisi puisi-puisi cinta yang dapat menginspirasi pembacanya. Sila nikmati buku kumpulan puisi karya Nanang Suryadi ini. Download contoh puisi dalam Kumpulan Puisi ini:  Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta

Buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai Karya Nanang Suryadi

DERAI HUJAN TAK LERAI derai hujan, tubuhmu kuyup,  sayup mata,  isyaratkan keraguan "kemana pergi? kemana pergi?" hanya kabut dan putih buih hujan, menyapa pandangan "kakiku goyah, lemah, gamang melangkah" begitu samar pandangku jalanan basah, becek dan berlumpur tak ada arah dituju, langit begitu kelabu derai hujan tak lerai; Cilegon, 28 Juli 1998 Buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai Karya Nanang Suryadi dapat dibeli langsung melalui  nulisbuku.com  sila klik link  http://nulisbuku.com/books/view/derai-hujan-tak-lerai  untuk melihat penjelasan tentang buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai ini. Sila download contoh-contoh puisi dalam Buku Kumpulan Puisi ini   di: http://nulisbuku.com/books/download/samples/a4a655b1a5f2811b06001d87917eb9ed.pdf

Buku Kumpulan Puisi

Blog Buku Kumpulan Puisi ini akan menampilkan buku-buku kumpulan puisi yang banyak diterbitkan oleh para penulis di tanah air. Perkembangan buku kumpulan puisi di Indonesia saat ini sangat menakjubkan. Buku-buku kumpulan puisi banyak diterbiitkan oleh banyak penulis puisi . Bagi anda yang ingin buku kumpulan puisinya tampil di blog ini, silakan menghubungi redaksi untuk ditampilkan di halaman-halaman blog buku kumpulan puisi ini. Sebenarnya blog ini bisa merupakan buku kumpulan puisi juga, karena di era puisi cyber atau sastra cyber saat ini, buku kumpulan puisi bisa berupa buku kumpulan puisi digital, bukan hanya berupa buku kumpulan puisi dalam bentuk kertas. Blog-blog puisi yang bertebaran di dunia maya, serupa dengan buku kumpulan puisi di toko-toko buku atau di rak-rak perpustakaan. Namun saat ini dan tentu saja ke depan, para pembaca puisi hanya cukup berbekal smart phone, dia dapat menikmati bait-bait kata-kata indah dari banyak penulis puisi. Julukan penyaircyber mungk...

Menelusur Malam, Menembus Temaram

(1) menelusur malam. cahaya lampu. jalan raya yang menjadi kenang. pada tanda tanda. yang tak henti melambai. dari lagu lagu yang diputar berulangkali. di dalam rekaman ingatan. mungkin bukan lirik yang sederhana. mungkin bukan sajak yang bersahaja. karena puisi memberi rahasianya sendiri. seperti…. (2) jalan yang tak juga lengang. seperti dalam ingatan. penuh klakson dan deru. penuh rambu. tanda tanda yang harus kubaca. biar tak sesat diri. menafsir makna. menafsir marka. menafsir bahasa jalan raya. (3) malang pasuruan probolinggo situbondo banyuwangi pantai utara timur jawa membaca tanda dari titik ke berapa di panarukan kaki deandels dijejakkan sejarah yang hilir mudik dalam ingatan (4) menembus malam. dinihari yang temaram. di selasela sorot cahaya. kendaraan melaju ke mana. entah. ke dalam pikiran yang simpang siur. antara kenang dan kenang. menembus malam. menjelajah riwayat waktu.

Tentang Mimpi Penyair yang Tak Segera Ingin Tidur

bersama pringadi & yayan triansyah (1) ah, engkau penyair. mengapa tak skegera tidur. terlelap. dan bermimpi menulis puisi. puisi yang kau tulis di dalam mimpi telah ditakwilkan dalam kitab primbon mimpi. berlapis mimpi seperti kue lapis yang manis legit dimakan saat kau lapar puisi (2) insomnia. amnesia. kau lupa mana kata yang harus kau ucapkan saat kau lupa untuk segera tidur karena lupa mana kata yang tepat untuk mengatakannya dan kini kau coba mengingat ingat insomnia atau amnesia. dan kau lupa untuk tidur segera. (3) ada yang membawa mimpinya ke dalam puisi yang ditulisnya di dalam mimpnya malam tadi. saat dia terbangun puisinya masih terus ingin bermimpi. (4) di dalam puisinya ia menata mimpi agar kata kata tersusun rapi diksi demi diksi yang serasi seperti puisi dalam mimpinya malam nanti

setiap pagi, arya lihat burung burung bernyanyi

setiap pagi, arya lihat burung burung bernyanyi dipeluk ayah yang belum mandi, di atas genting rumah tetangga, di pohon pohon ceri burung emprit, burung gereja, burung kutilang, burung kenari itu burung, ada berapa de? burung burung terbang dan bernyanyi disiram cahaya matahari pagi arya tertawa, arya menangis, arya tersenyum, arya teriak dalam pelukku, sepanjang pagi dalam pelukku malang, 2010

UGD Tengah Malam

malam yang penuh erang, selang infus, jarum suntik, duh gusti, di bawah ambang sadar masih sanggupkah dipanggil namamu: allah…allah…allah biar tak terucap makian umpatan di perih yang menjalar seluruh tubuh duh gusti, semoga masih hanya namamu: allah…allah…allah… di dalam cintaku di dalam rinduku Malang, 20-22 Juni 2010

Serabi Jalan Margonda

buat: arwan, ninus, cecil serabi yang gurih. susu kental manis. parutan keju. meruap harum. sebagai kehangatan. kenang sepanjang jalan. margonda yang ramai. mall mall yang bertumbuhan. mungkin akan mengasingkan kita. dari senda. dari puisi. waktu lalu. Malang, 2010

Nasi Goreng

ada yang meruap dari penggorengan. harum bawang merah dan putih. dilumat dengan cabe dan garam. nasi diaduk di panas penggorengan. seperti kuaduk semua kenang dan keseharian. dalam puisi. sepedas cabe. seasin garam. kulumat amarah, gembira, keringat dan airmata. ku malang, 2010

Bulan Menari antara Ada dan Tiada

bulan menari antara ada dan tiada, nyata atau maya, di matamu kanak, yang berbisik: ada apa denganmu? tapi mungkin jangan tanya pada bulan. jangan pula minta bunda: ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu. karena bulan sedang menari. meniru mentari yang gerhana. bulan tak akan datang padamu lagi. jangan menangis. jangan menangis. seperti kanak itu yang tak mengerti mengapa harus membuka topengnya. ia hanya ingin berteman bintang. berapa jumlah bintang di langit? katamu. tak tahu. tak tahu. bulan menari. mentari menari. dan engkau kanak tak ingat lagi dongeng tentang wonder dan neverland. seperti peterpan yang melupakan hook bajak laut dan para peri, seperti alice yang melupakan kelinci berkacamata dan ratu merah. karena engkau telah dewasa. sepertinya malang, 18 juni 2010

ada yang kuingat dari segelas kopi

ada yang kuingat dari segelas kopi. angan yang diaduk dalam kenang dan keluh tak habis habis. seperti kopi yang kuaduk dalam gigil mendung cuaca dingin. angan dan angin menderu ingin. seperti sore ini. kuaduk puisi dalam segelas kopi. hitam sekali. malang, 16 juni 2010

Candu Kata-Kata

buat: Ganz adalah candu yang lebih candu: kata. yang berbahaya bagi para penguasa yang bebal dan suka aniaya. adalah kata yang lebih candu dari candu yang menelusup ke dalam jiwa jiwa yang merana dihina tiada habisnya. kata.