PUISI NANANG SURYADI MEMO PADA SUATU KETIKA tiba-tiba kau datang mengirim pesan: datanglah, saat senja. aku menunggumu, dengan segala impianmu tentang diriku. kau pernah berpikir bahwa aku bersayap? ya, sayapku berupa warna-warna gemerlap. mungkin akan mengagumkanmu. mungkin tidak. karena segalanya kau impikan. diriku diselubungi segala cahaya. katakan, jangan menangis, padanya. yang mungkin akan kehilangan. jangan takut. karena segala yang fana akan pudar. akan tamat. jangan lupa, saat itu KAU BEGITU MENYEBALKAN sungguh, kau begitu menyebalkan. dengan impian-impianmu. dunia sudah sedemikian susah. mengapa kau terus gaduh di situ. mari kita diam saja. hai, mengapa kau terus mengomel? dasar pemimpi! "tapi dunia sudah demikian tak memiliki hati. hidup menjadi lintasan video klip. berkelebat ke sana ke mari. ledakan bom di kota-kota tak membuat hati kita sedih. pipi cekung kanak-kanak kelaparan tak membuat kita iba. apa yang salah pada nurani kita? mungkin t...
Puisi. Puisi. Puisi. Puisi. Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini. Sebagai orang sunyi menelusuri lorong-lorong yang mengabstraksi di ambang sadar dan mimpi diri sendiri. Mungkin hanya ilusi. Yang kutulis di sini ~ Kumpulan Puisi Nanang Suryadi