Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pamflet

Kumpulan Puisi (Sajak) Negeri Yang Menangis

Kumpulan Puisi Sosial  Sajak-sajak Nanang Suryadi NeGErI YaNG MeNAngIs ALDORA MELUKIS KOTA (1) aldora melukis kota,  jemarinya memulas cat hitam dan merah  pada kanvas yang lusuh, ada kegusaran yang memusar, pada wajah "mengapa rusuh juga yang membakar kota-kota?" kau mau minum kopi aldora? atau sebatang rokok mungkin bisa hilangkan pening dalam kepala aldora melukis kota,  juga manusia tak jelas wajahnya merah hitam  dipulasnya, dicampur baur, mungkin sebentuk luka tanganmu kotor, aldora jemari halus dan kuku putih tak berupa :mengapa luka? "mengapa bukan cinta!" ALDORA MELUKIS KOTA (2) aldora melukis kota. dengan jemarinya ia guratkan kota yang telah berubah. wajah-wajah manusia yang muram. "berapa banyak rumah yang harus ditumbangkan, dora? berapa sawah berubah menjelma rumah mewah?" kau tak menjawabnya dengan kata-kata. karena apa? (takutkah engkau untuk mengatakannya dengan mulutmu?) aldora melukis kota. warna-warna mema...

Kumpulan Puisi Protes Sosial: Surat Untuk Ibu Pertiwi

Sajak-sajak NanaNg SuRyaDi SURAT UNTUK IBU PERTIWI STOP PRESS, 1998 "untuk hidup mengapa begitu rumitnya?" televisi menyala: rupiah terpuruk jatuh harga membumbung tinggi banyak orang hilang tak tentu rimbanya 12 Mei 1998 mahasiswa mati tertembak siapa? 13-14 Mei 1998 kota-kota terbakar kerusuhan perkosaan, teror! 21 Mei 1998: "sang raja lengser keprabon" graffiti menyala di tembok-tembok: "pendukung reformasi" eksodus: "singapura-hongkong-china-taiwan!" munaslub: "turunkan para pengkhianat!" ninja beraksi, orang berlari, maubere: "referendum!" "mengapa hidup begitu rumitnya?" seorang ayah bunuh diri bersama empat anaknya 1998, belum usai... (hari ini ada berita apa lagi?) Malang, 1998  DERING TELPON DARI MANA ASALNYA dering telpon dari mana asalnya, berdering-dering saja, kabarkan apa, apakah berita yang sama seperti kemarin, tentang sebuah negara berkembang...