Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi sajak

Usman Menanam Cabe (Nanang Suryadi)

tak ada yang perlu dikhawatirkan "aku menanam cabe, tak habis habis dipanen, di kebun belakang rumah" sejak dari Maine hingga Bengkulu, aku tak pernah berjumpa Usman aku telusuri dongeng Joko Tingkir yang ditulisnya di pinggir danau, di negeri jauh, di waktu yang lalu aku menyukai dongeng, tapi bukan dongeng saat ini, dongeng negeri dongeng membuatku bingung, tak bisa membuatku bahagia "aku menanam cabe, tomat, duren..." jari jemari Usman mengabarkan dari Bengkulu, dari kampusnya. Aku ingin melihat tanaman yang ditanamnya. Tunggulah. Bersama puisi aku akan ke sana. Malang, 4 Agustus 2019

REFLEKSI AWAL TAHUN (Nanang Suryadi)

mengawali tahun  dengan puisi hari hari lampau hari hari kalau pernahkah kau menulis mimpi menjadi pernahkah kau menulis puisi dalam mimpi tak ada yang bertanya tentang harapan harapanmu tak ada yang bertanya  tentang mimpi mimpimu karena harap adalah kalau karena mimpi adalah lampau berjumpai dalam puisi di awal tahun di awal hari Malang, 1 Januari 2019

PERNAHKAH KAU RASA (Puisi Nanang Suryadi)

Pernahkah engkau merasa kepalamu penuh kata kata yang merontaronta ingin terlepas dari rongga kepala Pernahkah engkau merasa jari jemari tak tertahankan lagi untuk mengetuk kata demi kata tak habis habis  Pernahkah engkau merasa dadamu terasa penuh dengan segala keinginan yang tak henti henti ingin diucapkan dituliskan diteriakkan Pernahkah engkau merasa demikianlah puisi ingin menjadi lewat jemari Di jemarimu ia ingin abadi Bandung, 9 Oktober 2017