Pernahkah engkau merasa kepalamu penuh kata kata yang merontaronta ingin terlepas dari rongga kepala
Pernahkah engkau merasa jari jemari tak tertahankan lagi untuk mengetuk kata demi kata tak habis habis
Pernahkah engkau merasa dadamu terasa penuh dengan segala keinginan yang tak henti henti ingin diucapkan dituliskan diteriakkan
Pernahkah engkau merasa demikianlah puisi ingin menjadi lewat jemari
Di jemarimu ia ingin abadi
Bandung, 9 Oktober 2017
Comments