Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi protes

Puisi MEME

kita membuat gambar gambar lucu dan tertawa menertawakan diri sendiri hingga lupa apa yang diderita apa yang dirasa karena semua telah menjadi kelaziman kewajaran yang terus diulangulang dan kita membuat gambar gambar penuh tawa hingga lupa kita punya luka dan perih tak terhingga karena kebohongan diulangulang dipercaya.menjadi kebenaran dan kita membuat gambar lucu diri kita sendiri yang tertawa lebar menertawakan kebodohan diri sendiri Bandung, 9 Desember 2017

Pakai

pakailah pakaian itu pakaian yang pantas untukmu tapi jangan kau pakai dengan kesombongan karena kau tak berhak memakai pakaian kesombongan pakailah pakaian yang pantas untukmu yang masih layak sebelum akhirnya rusak dan kau pakai mengelap barang habis pakai Bandung, 2016 Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya 

Ketika Benda

ketika benda benda berubah menjadi seperti manusia. maka engkau akan.dibisiki tiang listrik, dimarahi hujan, diteriaki matahari, dimakan.sendok, diminum gelas. aku menulis puisi. benda benda berebut ingin serupa manusia. di dalam puisi mungkin.engkau dijual rumah. Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB

Awas

Awas tukang kipas, serunya. Aku tak melihat seorang pun membawa kipas. Udara hujan. Dingin. Untuk apa kipas? Nanti masuk angin. Udara panas pun tak ada yang membawa kipas, gumamku, terlebih ini udaranya dingin. Lalu siapa yang tadi.berseru awas tukang kipas? Dia mengingatkan kipas yang semakin langka atau bagaimana? Dia mengingatkan orang tentang pembuat kipas, pengguna kipas atau penjual kipas. Ada pernah kudengar film karena tak pernah kutonton: kipas kipas cari angin. Mengapa angin dicari? Siapa yang menculik? (Kipas angin menderu. Di ruangan penuh rencana. Udara terasa demikian panas. Hujan menderas di luar). Bandung, 2016 Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB

Kumpulan Puisi (Sajak) Negeri Yang Menangis

Kumpulan Puisi Sosial  Sajak-sajak Nanang Suryadi NeGErI YaNG MeNAngIs ALDORA MELUKIS KOTA (1) aldora melukis kota,  jemarinya memulas cat hitam dan merah  pada kanvas yang lusuh, ada kegusaran yang memusar, pada wajah "mengapa rusuh juga yang membakar kota-kota?" kau mau minum kopi aldora? atau sebatang rokok mungkin bisa hilangkan pening dalam kepala aldora melukis kota,  juga manusia tak jelas wajahnya merah hitam  dipulasnya, dicampur baur, mungkin sebentuk luka tanganmu kotor, aldora jemari halus dan kuku putih tak berupa :mengapa luka? "mengapa bukan cinta!" ALDORA MELUKIS KOTA (2) aldora melukis kota. dengan jemarinya ia guratkan kota yang telah berubah. wajah-wajah manusia yang muram. "berapa banyak rumah yang harus ditumbangkan, dora? berapa sawah berubah menjelma rumah mewah?" kau tak menjawabnya dengan kata-kata. karena apa? (takutkah engkau untuk mengatakannya dengan mulutmu?) aldora melukis kota. warna-warna mema...