Skip to main content

Posts

Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta Karya Nanang Suryadi

Buku Kumpulan Puisi Nanang Suryadi: Yang Merindu Yang Mencinta, diterbitkan oleh nulisbuku.com pada tahun 2012. Pembelian buku dapat langsung ke: nulisbuku.com   Ikuti cara pemesanan buku di situs nulisbuku.com untuk mendapatkan buku kumpulan puisi Nanang Suryadi ini. Buku Kumpulan Puisi yang Merindu yang Mencinta ini berisi puisi-puisi cinta yang dapat menginspirasi pembacanya. Sila nikmati buku kumpulan puisi karya Nanang Suryadi ini. Download contoh puisi dalam Kumpulan Puisi ini:  Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta
Recent posts

Sajak-sajak NANANG SURYADI

SELAMAT SENJA "selamat senja," katanya. puisi gemetar. lindap di balik remang cahaya. adalah gema. memantul mantul dalam dada. dalam kepala. sebagai dentang. sebagai kenang. berulang-ulang datang. "peluk aku dalam cintamu. rengkuh aku dalam rindumu. doa-doa yang ikhlas. menggetarkan semesta." pikiran-pikiran meruncing. seperti ingin menikam. dan jawab? serupa bening air. memantulkan wajah galau. 28 September 2015 SKETSA KATA-KATA 1. benar benar berkata benar benar sulit benar benar 2. tak ada tiada ada tak ada 3. di depan cermin mematut diri. belajar berpidato, tapi malu pada diri sendiri. seperti pejabat di televisi 4. separuh kosong atau separuh isi? dan kita berdebat dari sisi yang berbeda 5. semua dapat tempat semua dapat bagian. di panggung sejarah. dan kita bertepuk tangan. romeo juliet mati berpelukan. bukankah begitu tuan chairil bersabda? 6. "jangan ikuti aku, bila ku tersesat biarlah hanya diriku yang begitu". para pemujanya bertepuk tangan menge...

Putiba: Nanang Suryadi

GEMERCIK HUJAN DI SAAT SENJA di saat senja hujan tipis tipis gemerciknya sampai pada malam mungkin hujan ingin bersenda menunggu seduhan panas kopi atau rangkaian kata sehingga tercipta puisi tentang hujan, kopi dan senja dan  yang mengajakmu bersenda Malang, 17 November 2022 KOTA MALAM HARI alun alun kecil  alun alun besar ditanda lampu lampu siapa yang ingin mengingat masa lalu? ditanamnya batu-batu di jalan raya itu sepanjang kayu tangan - stasiun kota baru ingatan melaju bersama waktu berlalu Malang, 16 November 2022 MUKIM di kota mana kau akan bermukim di saat musim-musim berubah melintas batas penanggalan dimana kau akan bermukim mungkin di musium musium atau mausoleum kata-kata jika engkau mau bermukimlah di sini di dalam puisi sunyi Malang, 16 November 2022 DI LACI ITU, EMILY di laci itu, Emily sajak-sajak ditemukan  tanpa judul di setiap halaman tidak ada siapa pun tak ada yang menyimpan rahasia demikian erat seperti juga engkau juga puisi membocorkan rahasia keb...

MASKER (Nanang Suryadi)

Saat wabah itu terjadi, dimana-mana setiap orang diwajibkan menggunakan masker. Ketika ada razia kedisiplinan, dia marah-marah ke petugas yang mengingatkan harus pakai masker. Sambil menunjuk wajahnya yang bermasker bengkoang dia bertanya, "Lha ini apa bukan masker?" #tatika

DUNIA ORANG DEWASA (Nanang Suryadi)

kami mencari kartu garansi di pasar gelap. sang penjual menawarkan dengan harga tinggi. kami menyimpan senja dalam kepala, dan membisikkannya saat bulan purnama kami menatap foto yang sama, tapi yang dicari diri sendiri kami bermain-main huruf, sebuah keberuntungan ketika menemukan kata kami menulis puisi, dan bertanya-tanya apa artinya kami bertukar gelas kopi. gelasku separuh kosong. gelasnya separuh terisi diam-diam kami saling membaca cuaca di mata kami, lalu berkicau tentang sepi kami menyukai omong kosong. karena kami suka mengisi teka-teki kami menduga-duga siapa menggantung, pada saat cuaca makin mendung kami belajar rendah hati hingga terlanjur rendah diri. kami tak mau tinggi hati karena tak ada tangga lagi kami, aku dan bayang-bayangku, saling mentertawakan. kami tertawa berbahagia

DONGENG TAHUN BARU UNTUK JOKPIN (Nanang Suryadi)

pelan-pelan dia menyimpan ingatan. besok akan dibaca lagi dia anak yang baik. bahkan saat puisi berebut tempat di kepala dan hatinya, dia mau berbagi “sisakan satu lampu saja untukku. ambil lampu yang lain dari mataku” katanya lugu “terserah kamu panggil aku malin atau si anu, asal ibu tak mengutukku jadi batu,” tulisnya di buku waktu sekelebat dia ingat harus membuat kalender baru. ayahnya perlu terompet untuk tahun baru. dia anak yang baik. membantu ibu mencari ayah baru “aku tidak mau menulis sajak, biar sajak menulis diriku,” katanya sambil berlagu “kamu meniru? rambutmu harus rontok dulu. biar puisi mau masuk ke dalam kepalamu,” dia menasehati kawanku. anak baik itu “kamu harus jadi dirimu, biar kukenali dirimu. copot baju dan celana itu.” temanku memang lucu. anak baik yang lugu uuuuu kenapa harus berlagu? uuuu tentu saja di saat-saat rindu pada susu buatan ibu “tunggulah di sini, hujan dan senja akan lewat sebentar lagi. kamu ingin puisi? tunggu, sebentar lagi.” sungguh, anak ya...