Skip to main content

DONGENG TAHUN BARU UNTUK JOKPIN (Nanang Suryadi)

pelan-pelan dia menyimpan ingatan. besok akan dibaca lagi

dia anak yang baik. bahkan saat puisi berebut tempat di kepala dan hatinya, dia mau berbagi

“sisakan satu lampu saja untukku. ambil lampu yang lain dari mataku” katanya lugu

“terserah kamu panggil aku malin atau si anu, asal ibu tak mengutukku jadi batu,” tulisnya di buku waktu

sekelebat dia ingat harus membuat kalender baru. ayahnya perlu terompet untuk tahun baru. dia anak yang baik. membantu ibu mencari ayah baru

“aku tidak mau menulis sajak, biar sajak menulis diriku,” katanya sambil berlagu

“kamu meniru? rambutmu harus rontok dulu. biar puisi mau masuk ke dalam kepalamu,” dia menasehati kawanku. anak baik itu

“kamu harus jadi dirimu, biar kukenali dirimu. copot baju dan celana itu.” temanku memang lucu. anak baik yang lugu

uuuuu kenapa harus berlagu? uuuu tentu saja di saat-saat rindu pada susu buatan ibu

“tunggulah di sini, hujan dan senja akan lewat sebentar lagi. kamu ingin puisi? tunggu, sebentar lagi.” sungguh, anak yang baik hati tentu

“aku punya kunci duplikat. seperti juga diriku. yang asli di simpan dalam lemari,” kata si anu menganu

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...