Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kumpulan puisi merindu

Puisi-Puisi Yang Paling Banyak dibaca

Di blog ini, sajak-sajak ini yang paling banyak diklik dan dibaca: Kumpulan Puisi (Sajak) Religius Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011 Contoh Puisi Puisi Yang Sepi Puisi Terbaik di Indonesia Kumpulan Puisi Sunyi Kumpulan Puisi Protes Sosial: Surat Untuk Ibu Pertiwi Contoh Sajak Rindu kepada Tuhan Sajak Di Akhir Tahun

Download Kumpulan Puisi Telah dialamatkan Padamu

Kumpulan Puisi Telah dialamatkan Padamu  DAFTAR ISI Kata Pengantar: ‘Erotisme Religius’ Sajak Nanang Daftar Isi Intro Dalam Sajak Yang Menyimpan Rindu Berjalan Di Bawah Gerimis Sketsa Jejak Bagaimana Diterjemah Terjemah Hujan Mata Tanah Lot Sang Pertapa Demikianlah Hujan Sebutir Biru Berkejapan Mengaji Kanak Seperti Kudengar Derai Bintang Biru Yang Sepi Kau Katakan Mengenali Jejak Perempuan Pagi Berwajah Puisi Ziarah Kenangan Symphony No.40 in G Minor Mencatatkan Alamat Sebusur Panah; Lekaslah! 23.30 Seperti Engkau Yang Gemetar Mencintaimu Adalah Mencintai Aliran Air Tak Henti Mengalir Sebagai Upacara Jam Yang Menyerpih Perempuan Yang Bernama Kesangsian Seperti Kuseka Malam Seorang Yang Merangkai Bunga Seorang Yang Melipat Sepi Tiktaknya Begitu Nyaring Dalam Sunyi Tari Bulan Mungkin Kau Adalah Angin Catatan May Seperti Sebuah Risau Memory Pada Sebuah Jalan Black Hole Namun Engkau Ingatan Dari Kuntum Kuntum Mawar Oranye Istirahlah D...

Wahai Engkau Yang Merindu

wahai engkau yang merindu, menarilah, dengan segala nyeri, biar sunyimu kabarkan, cintamu demikian bersahaja telusuri derai yang merinai, angin yang membelai, inginmu yang ramai merindu damai. dalam semerbak sajak apa yang kau tebak, selain sebuah kehendak. langit redup mengaca hidup kian gugup. berapa mawar yang kau pinta, duri menusuk jemari, cinta yang nyeri yang terbakar cemburu akan membakar cintamu akan meledakkan segala yang kau punya meledakkan mimpimimpimu hingga tak berbekas apa yang ditakutkan dari kepergian, mungkin takut akan kehilangan, sesuatu yang bukan milik kita, sesungguhnya telah dilarung duka yang murung, karena airmata meluruh ke dada rapuh berkumpullah airmata, di telaga kenang. dan kau apungkan perahu kertas di atasnya. agar sampai ke pedih ke rindu yang sempurna. Malang, 2011