Menghitung detik, menghitung menit, menghitung jam, menghitung hari, menghitung Minggu, menghitung bulan. Mungkin tak sempat lagi. Karena kesibukan demi kesibukan. Atau karena keheningan demi keheningan di dalam ruang puisi. Di dalam kesibukan juga keheningan aku menyelinap menjelma kata-kata, mengetukngetuk pintu di dalam pintu imajinasimu. Hai, apa kabar? Hai, bolehkah aku masuk ke dalam ruang yang belum pernah kumasuki? Jarum jam menunjuk tepat di tahun ke 65, tahun yang menanda banyak hal, mungkin kau tatap lembar kertas SK pensiun. Tapi apakah penyair boleh pensiun? Kau tertawa lebar. Penyair menjelang 65 tahun. 9 Agustus 2023
Puisi. Puisi. Puisi. Puisi. Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini. Sebagai orang sunyi menelusuri lorong-lorong yang mengabstraksi di ambang sadar dan mimpi diri sendiri. Mungkin hanya ilusi. Yang kutulis di sini ~ Kumpulan Puisi Nanang Suryadi