engkau yang menembus hujan, engkau yang menembus malam, engkau yang menembus ketidakpastian, dengan keberanian ada yang gaduh, di dalam kepala bertabuh. ada yang mengaduh, menyimpan keluh kemana cinta kan berlabuh mungkin puisi bisa menghiburmu, dari rasa sia sia dan putus asa, juga niat bunuh diri o, engkau yang meresah galau, menelusur hari hari hari gaduh yang membuatmu mengaduh, berapa cinta kau pinta? mata siapa yang mengintip ke dalam palung jiwamu, yang penuh gelegak api, neraka yang menghanguskan beri aku kata penuh metafora, sebagai puisi yang menyemburkan api dari kedalaman jiwamu, manusia sepi sebaris luka, di bait yang sama, hanya doa penuh cinta yang sanggup menyembuhkannya aku mencinta dengan keras kepala, karena puisi mengajarkan ketabahan, dari derita dan luka siapa yang meramalkan jari jemari, memeta garis tangan, penyair yang sepi, menyalakan api di dinihari begini bulan meretak, cahayanya telah dipungut bayang bayang, sunyi kian mengelam, di m...