Skip to main content

KEPADA PENYAIR, PEJALAN MALAM

engkau yang menembus hujan, engkau yang menembus malam, engkau yang menembus ketidakpastian, dengan keberanian

ada yang gaduh, di dalam kepala bertabuh. ada yang mengaduh, menyimpan keluh kemana cinta kan berlabuh

mungkin puisi bisa menghiburmu, dari rasa sia sia dan putus asa, juga niat bunuh diri

o, engkau yang meresah galau, menelusur hari hari hari gaduh yang membuatmu mengaduh, berapa cinta kau pinta?

mata siapa yang mengintip ke dalam palung jiwamu, yang penuh gelegak api, neraka yang menghanguskan

beri aku kata penuh metafora, sebagai puisi yang menyemburkan api dari kedalaman jiwamu, manusia sepi

sebaris luka, di bait yang sama, hanya doa penuh cinta yang sanggup menyembuhkannya
aku mencinta dengan keras kepala, karena puisi mengajarkan ketabahan, dari derita dan luka

siapa yang meramalkan jari jemari, memeta garis tangan, penyair yang sepi, menyalakan api di dinihari begini
bulan meretak, cahayanya telah dipungut bayang bayang, sunyi kian mengelam, di mata membayang

Malang, 2011 

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...