maka kau umumkan pertarungan dimulai di kota yang bersimbah darah dan airmata maka kau tertawakan tangis dan derita sejarah yang teraniaya manusia yang tak berdaya karena dunia bagimu sekedar arena tinju kau tertawa menontonnya di dinding ratapan di lonceng menara di kubah doa doa Bandung, 9 Desember 2017
Puisi. Puisi. Puisi. Puisi. Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini. Sebagai orang sunyi menelusuri lorong-lorong yang mengabstraksi di ambang sadar dan mimpi diri sendiri. Mungkin hanya ilusi. Yang kutulis di sini ~ Kumpulan Puisi Nanang Suryadi