Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi Nanang Suryadi

Sajak-sajak NANANG SURYADI

SELAMAT SENJA "selamat senja," katanya. puisi gemetar. lindap di balik remang cahaya. adalah gema. memantul mantul dalam dada. dalam kepala. sebagai dentang. sebagai kenang. berulang-ulang datang. "peluk aku dalam cintamu. rengkuh aku dalam rindumu. doa-doa yang ikhlas. menggetarkan semesta." pikiran-pikiran meruncing. seperti ingin menikam. dan jawab? serupa bening air. memantulkan wajah galau. 28 September 2015 SKETSA KATA-KATA 1. benar benar berkata benar benar sulit benar benar 2. tak ada tiada ada tak ada 3. di depan cermin mematut diri. belajar berpidato, tapi malu pada diri sendiri. seperti pejabat di televisi 4. separuh kosong atau separuh isi? dan kita berdebat dari sisi yang berbeda 5. semua dapat tempat semua dapat bagian. di panggung sejarah. dan kita bertepuk tangan. romeo juliet mati berpelukan. bukankah begitu tuan chairil bersabda? 6. "jangan ikuti aku, bila ku tersesat biarlah hanya diriku yang begitu". para pemujanya bertepuk tangan menge...

PERDAMAIAN

  Apa yang harus kutulis tentang perdamaian? Katanya saat menatap layar laptop. Hidupku sangat damai, tak ada yang kuanggap musuh, tak ada yang kurasa memusuhi, tak ada yang membuatku membenci dan berseteru dengan siapapun. Lalu dia bertanya kepada   AI apakah kamu tahu tentang perdamaian? AI menjelaskan bla bla bla.... Damai, perdamaian dan kedamaian menjadi abstrak dalam pikirannya. Mungkin juga menjadi ramai, peramaian dan keramaian dalam kepalanya.  Ya, ya, banyak hal yang sukar dimengerti, walaupun kata itu sering ditemui. Serupa mimpi, yang selalu ingin diberi arti. Malang, 30 Mei 2025