Skip to main content

Engkau adalah Kesabaran Tak Terbantah

engkau adalah kesabaran tak terbantah, mengajarkan aku untuk tabah

akulah debar yang selalu menunggu kabar, cintamu. engkau demikian samar, aku merindu, gemetar

di saat aku terjaga, aku bahagia, kau masih menjagaku dengan mata cinta

akulah batu, yang kau dorong gulirkan berulang kali, karena kau tahu aku mencintaimu

engkau adalah sunyi, selalu menghiburku dengan airmata

rindu adalah airmata yang kau peram, dan kau setia untuk menunggu

seperti kudengar: “mengalirlah mengalir ke muara, hingga sampai padaku, lautmu yang sabar menunggu”

Malang, 2011

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...