kami mencari kartu garansi di pasar gelap. sang penjual menawarkan dengan harga tinggi.
kami menyimpan senja dalam kepala, dan membisikkannya saat bulan purnama
kami menatap foto yang sama, tapi yang dicari diri sendiri
kami bermain-main huruf, sebuah keberuntungan ketika menemukan kata
kami menulis puisi, dan bertanya-tanya apa artinya
kami bertukar gelas kopi. gelasku separuh kosong. gelasnya separuh terisi
diam-diam kami saling membaca cuaca di mata kami, lalu berkicau tentang sepi
kami menyukai omong kosong. karena kami suka mengisi teka-teki
kami menduga-duga siapa menggantung, pada saat cuaca makin mendung
kami belajar rendah hati hingga terlanjur rendah diri. kami tak mau tinggi hati karena tak ada tangga lagi
kami, aku dan bayang-bayangku, saling mentertawakan. kami tertawa berbahagia
Comments