Skip to main content

DUNIA ORANG DEWASA (Nanang Suryadi)

kami mencari kartu garansi di pasar gelap. sang penjual menawarkan dengan harga tinggi.

kami menyimpan senja dalam kepala, dan membisikkannya saat bulan purnama

kami menatap foto yang sama, tapi yang dicari diri sendiri

kami bermain-main huruf, sebuah keberuntungan ketika menemukan kata

kami menulis puisi, dan bertanya-tanya apa artinya

kami bertukar gelas kopi. gelasku separuh kosong. gelasnya separuh terisi

diam-diam kami saling membaca cuaca di mata kami, lalu berkicau tentang sepi

kami menyukai omong kosong. karena kami suka mengisi teka-teki

kami menduga-duga siapa menggantung, pada saat cuaca makin mendung

kami belajar rendah hati hingga terlanjur rendah diri. kami tak mau tinggi hati karena tak ada tangga lagi

kami, aku dan bayang-bayangku, saling mentertawakan. kami tertawa berbahagia

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...