Skip to main content

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK

Buat: penyair w

hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik demografi dengan remote control dan satelit mata-mata dari balik lelambai patung liberty ada yang berteriak tentang kebebasan dan persamaan dan persaudaraan sebagai omong kosong yang dikapalkan pada perang saudara dan terbunuhnya para manusia berkulit merah dan perbudakan kulit hitam ke negeri negeri penuh harapan bagi sebagian manusia hingga sajak kehilangan arti bagi dirinya sendiri pada hiroshima dan nagasaki dan camp camp konsentrasi dan getho getho musium kekejian bagi arwah yang melolong dengan mata mendelik dalam gas beracun inilah catatan yang tak henti diteruskan hingga asia diburu dengan bom napalm karena ideologi kepentingan tak dapat didamaikan dengan jamuan pesta malam di atas meja perjudian kartu-kartu domino yang akan meluncur jatuh menyerakan seluruh keinginan di batas batas peta yang digaris merah hitam biru di mana ladang ladang minyak mineral emas menjadi milik diri sendiri: apalah arti manusia dunia ketiga bagi mereka yang telah merasa memiliki dunia dan mencipta hantu setiap saat untuk menakuti tidur jagamu!

Depok, 2002



Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...