Skip to main content

4 Sajak Hebat dan Menarik

SEEKOR NAGA

seekor naga, mengamuk
menggeliat deras di dalam dada
waktu bergoncang-goncang
di moncong uap panas sembur api ludahnya

panasnya tak henti mendidihkan semesta
menderaskan airmata api
mempuingkan segala ingin, hingga arang, hingga abu
dalam diri

dalam diri, seekor naga mengamuk
meminta sesaji puisi



DEMIKIAN SERUPA DENTING MERUNCING

demikian serupa denting meruncing
di saat senja yang hujan
kutangkap gelisahmu
mungkin dari sunyi
atau nyeri mengutuk diri sendiri

telah lama kunikmati puisi sendiri
yang kutemu sepanjang detik
waktu yang membusur ke dalam dada kiri

inilah tarian yang paling sempurna
puncak diam puncak sunyi puncak puisi
puncak segala puncak kekosongan
sonyaruri

pernah ingin kuterjemahkan puisi
dari matamu
ke dalam kata-kata
tapi tak sampai ucap pada segala

senyap rahasia diri
puisi
dirimu diriku sendiri



O KANAK

o kanak, sungai riwayat mengalir dari mata, sebagai cahaya, seperti
cintaku seperti cinta bunda seperti cinta nenek moyang kita dahulu,
bermula dari segala rahasia, yang tak pernah berhenti menjadi rahasia

o kanak, aku ingin berenang di alir mimpimu, agar menjelma hari-hari
kebeningan serupa matamu, serupa tatapmu di rengek manja minta menyusu

o kanak, aku menemu diriku, di tatap matamu



HINGGA

adalah keikhlasan adalah kesabaran adalah cintamu cintaku yang tak
pernah memejamkan mata dari cahaya hingga embun malam berangkat ke
subuh hingga matahari berangkat ke senja hingga cinta kita sampai
kepadanya

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...