Ku Ingin Menulis Sajak Cinta Terbaik Sepanjang Masa

Sudahkah anda membaca sajak-sajak cinta ini? Sajak atau puisi cinta yang perlu anda baca. Mungkin ini sajak atau puisi cinta terindah sepanjang masa (hehehe). Silakan kunjungi dan baca dengan sepenuh perasaan. Semoga hanyut dalam rasa mendalam, dalam gelombang pasang sajak-sajak cinta yang penuh kerinduan. Puisi-puisi cinta. Ah puisi puisi cinta seakan tak lekang dalam perjalanan waktu.
Adakah Kau RasaAku MerinduApa Kabar SenjaBagaimana Dapat Kau RasaBagaimana Dapat Kugambarkan BahagiaCintakuDari Kerling HeningDi Ujung SetiaDinyalakan-NyaHalangi Langkah KakiJangan Jadi DuriJika Cinta HadirKau TahuKudekap EngkauKuingin KatakanKumpulan Puisi CintaKunthi HastoriniKutemu SenyummuKutulisLelaki BerpuisiLENGKUNG MIMPIMatamu Adalah Cahaya Purnama BulanMenapak Jejak di Jalan SetapakMenemu Negeri CahayaPada Keping Yang SamaPuisiPuisi BerduaPuisi CintaPuisi Cinta BerduaPuisi Cinta KitaPuisi Cinta RomantisPuisi Kunthi Hastorini

Kumpulan Puisi Sosial Politik Kemasyarakatan

Kumpulan Puisi Sosial Politik Kemasyarakatan
    SAJAK-SAJAK NANANG SURYADI

    ORANG ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA


    PADA TEMARAM PERTARUHAN DIMAINKAN

    di sudut sebuah pasar malam, bayangan tentang las vegas, macao, dan
    crown melintas-lintas dalam benakku, seorang perempuan tua meraup coin
    dari alas penuh nomer, pada temaram pertaruhan dimainkan, nasib baik
    atau buruk penjudi kelas teri

    di pojok yang lain, gambar ikan dan udang yang ditebak menyimbolkan apa?
    selain penasaran yang minta dilunaskan, karena kekalahan menikam ulu
    hati, memakilah, karena tiada mampu berbuat apa melihat segalanya
    terjadi: upeti diselinapkan pada tangan siapa. namun adakah yang peduli,
    karena pertaruhan terus dimainkan. hidup dan mati di meja kehidupan.

    (sepertinya malam telah begitu larut, dalam benak kita menari-nari
    dursasana dan sengkuni yang menang dadu. adakah kita pandawa yang
    terusir ke hutan belantara?)


    Malang, 1997



    KINCIR DIAM SEBUAH PASAR MALAM
    pada loket pasar malam tertulis: tutup, sampai ketemu esok hari. kuda
    yang ditumpaki kanak berhenti, kincir diam menadahi kebekuan malam yang
    mulai mengembun menyentuh rambut di kepalamu yang rontok satu-satu,
    merenungkan apa? selain kebingungan manusia yang saling menyesatkan
    dengan pertanyaan-pertanyaan ---bualan kosong--- melepaskan sesak dalam
    dada. karena kebenaran, katamu, menjadi bahasa-bahasa langit, dan
    teramat sulit untuk dieja.

    maka sambil terpejam kaupun meremangkan tanya,"apa yang dibaca dari
    tanda-tanda jalan raya, tulisan pada buku-buku sejarah, relief pada
    candi-candi, selain manusia yang ingin membaca dirinya sendiri dengan
    kejujuran atau pura-pura?"

    Malang, 1997


    ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA
    Meledak juga akhirnya, kemarahan itu, membakar gedung-gedung serta harta
    benda yang begitu kau cintai. Massa yang mungkin sukar kau mengerti
    maunya. Orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya dari waktu ke
    waktu, rasakan berjuta perasaan dalam dada bergalau tak karuan. 

    Orang-orang yang memandang pameran kemewahan, namun mereka tiada mampu
    memilikinya, walau keringat telah diperas begitu deras, walau tulang
    belulang telah dibanting dengan begitu keras. Namun tetap saja yang
    terlihat ketidakadilan yang disodorkan di mana-mana. Mengapa kau
    tanyakan lagi; apa sebab kerusuhan itu terjadi. Darah membanjir. Air
    mata mengalir. Sedangkan jeritan itu tiap detik diperdengarkan meminta
    perhatianmu. Dan tak juga telingamu mendengarnya?

    Jemariku melukis dengan gemetar sebuah kota yang gemuruh, yang
    mencampakkan orang--orang yang kesepian ke dalam plaza, diskotik, cafe
    yang riuh serta ruang hotel hendak lunaskan mimpi senggama. Karena
    industrialisasi (juga modernisasi + westernisasi) telah mencemplungkan
    mereka ke dalam limbah-limbah pabrik dan melemparkannya ke udara yang
    pengap. Namun tak jera juga manusia mengadu nasibnya dengan map penuh
    kertas di tangan mengetuk pintu-pintu kantor, dimana mimpi-mimpi akan di
    simpan di dalamnya .

    Dan pada kerusuhan yang meledak di segala penjuru. Kita tatap wajah
    siapa. Selain orang-orang yang lelah dan benak penuh api, yang akan
    membakar, apa saja. Di tanganku yang gemetar, kota yang meledak
    menggigilkan harapan ke sudut-sudut peradaban

    Malang, 22 Juli 1997



    SEORANG IBU DAN MIMBAR YANG DIROBOHKAN
    siapakah yang menangis di situ. pada keriuhan orang-orang berteriak.
    lemparan batu dan kobaran api. seorang ibu berdiri di samping mimbar
    yang dirubuhkan.

    betapa merah itu marah. betapa kelam itu hitam. betapa mendung itu mega.
    betapa sedih engkau ibu?

    Malang, 1996



    ANAK YATIM PIATU PERADABAN
    peradaban telah terbunuh. ayah bunda sejarah telah menjadi kutukan bagi
    anak-anaknya. tertebaslah pohon dari akarnya. tertebaslah kita dari
    kenangan.

    teks-teks lama telah ditinggalkan, kehormatan-demi kehormatan
    ditanggalkan. menjelmalah wajah coreng moreng, tak jelas siapa dirinya.
    menjadi anak yatim piatu sejarah peradaban. terputus dari masa silam.
    mencari jalan ke masa depan.

    Cilegon, 1996


    BERSAMA CERITA WAHYU
    anak-anak muda yang menatap cerobong pabrik,
    kantor penuh uang,
    tambang emas permata sebagai sebuah masa depan
    rasakan kecemburuan luar biasa

    ketika pintu-pintu buat mereka tak pernah dibuka
    sedangkan etalase menawarkan mimpi-mimpi yang harus dibeli

    seteguk demi seteguk menelan kebencian,
    berkobarlah api di dalam dadanya

    karena kenyataan begitu pahit

    berbutir pil dan minuman keras bersarang di perutnya

    (dengan belati di tangan
    menyergap rizki di tengah jalan!)

    Malang, 2 Oktober 1996


    SEBUTIR MATA 
    mengingat: w.t.

    perempuan itu, istri seorang demonstran, berkata: karena perjuangan
    harus dilanjutkan, kang mas, aku relakan sebutir mataku untukmu.
    menggantikan mata kirimu yang pecah saat unjuk rasa.



    UCAPAN SELAMAT TIDUR
    good night, my son

    ke dalam tidurnya
    anak-anakmu membawa cerita sore tadi, orang orang yang terjatuh,

    derum sepeda motor, truk penuh manusia, dan juga bendera-bendera
    warna-warna menjela di kedua mata,

    anak-anak pun mengigau:
    ibu, lihatlah betapa terang bintang, betapa rimbun pohon beringin,
    ibu, mengapa itu banteng terluka
    dan hampir mati?

    Malang, Mei 1997


    AMBISI
    :obrolan bersama gustom

    guratan itu sebagai idea yang bergulung-gulung membadai,
    seperti juga ambisi manusia yang tak tertahankan,
    hendak menjebol segala dengan penuh keyakinan.

    namun, adakah kau terima juga kekalahan itu
    dengan penuh rasa syukur
    atau dendam membara dalam dada?

    Malang, 3 Juni 1997


    BUKU-BUKU YANG DITUMPUK DAN BERDEBU
    buat: kinyur + gustom

    berapa tokoh pada sejarah yang diusung dalam buku-buku. adakah gustom,
    hakim, kinyur, wahyu, taufan, joko, hazim, kita semua di situ.
    mengais-ngais sampah peradaban yang ditawarkan siapa saja.

    seperti juga kondom yang dikampanyekan. orang-orang pun menawarkan
    warna-warna bendera dan nama-nama.

    buku - buku berdebu yang ditumpuk telah mengajarkan apa padamu.
    mengajarkan kekuasaan yang busuk
    dan kau ingin menggapainya?

    Malang, 7 Juni 1997


    CERITAKAN PADAKU TENTANG ANGGUR DAN REMBULAN
    aku ingin menyapamu pada suatu senja, ketika kau akan bertolak ke sebuah
    negeri asing
    ceritakan saja padaku tentang anggur dan rembulan,
    karena telingaku terlalu bising dengan makian kemiskinan dan peperangan,

    atau nyanyikan saja untukku: selamat malam duhai kekasih
    agar nyenyak tidurku, tak terganggu mimpi buruk tentang negeri ini
    janganlah lagi kau ceritakan tentang korupsi yang membuatku ingin muntah
    atau kolusi, atau manipulasi, atau penindasan, atau....ah, aku ingin
    tertidur sekejap saja

    Malang, 30 September 1997


    PERASAAN KEHILANGAN
    kemana perginya kejujuran
    dulu ia berdiam di sini,

    dalam dada penyair,
    dalam puisi
    kucari ia,

    matamu bertutur apa,
    adakah kejujuran di situ

    pada tangis,
    seorang gadis melemparkan kesah

    pada tawa,
    seorang lelaki melemparkan gundah

    jalin menjalin hari
    tak kunjung di jumpa

    ia pergi,
    dan aku merasa kehilangan

    kau juga?



    ORANG YANG MEMAHATKAN KENANGAN
    seseorang melayarkan ingatan pada bayangan, menembus ruang waktu,
    terbacalah pada telapak tangan garis kehidupan, meramalkan masa depan,
    atau kejayaan masa silam? relief-relief pada batuan bercerita tentang
    sebuah kenangan, abadikan mitos pada pahatan: "bertahktalah raja-raja
    pada hati rakyat dengan kearifan, tersingkirlah penguasa zalim dari
    nurani rakyat yang butuh keadilan"

    suatu ketika orang-orang menuliskan cita-cita dan kegundahannya pada
    lontar-lontar, sambil menembangkannya sebagai ajaran hidup. tataplah
    huruf-huruf itu pada serat-serat tua, bacalah: jaman edan...

    menarilah bayangan-bayangan: ke mana kita arahkan perahu ini. adakah
    kita pewaris moyang gagah berani, mengarungi samudera dengan kapal
    pinisi

    bowo, tanto rabalah relief itu, sepertinya ada airmata moyang kita di
    situ?

    Malang, 17-24 Juli 1997

Post a Comment

Google+ Badge

Google+ Followers

Disukai Oleh:

Kata Kunci

Penyair75 Puisi Cinta61 Kumpulan puisi cinta59 Sajak Cinta53 Kumpulan Puisi Terbaik50 Puiai50 Kumpulan Puisi Nanang Suryadi25 Ruang Puisi25 Esai Sastra19 Artikel Sastra16 Cinta10 blog puisi10 Sajak anak8 kumpulan puisi religius8 Buku Kumpulan Puisi7 Buku Puisi7 Cerita7 Dongeng7 Rindu6 Video Baca Puisi6 buku6 puisi religi6 religius6 Cinta Tuhan5 Kritik Sosial5 blog5 indonesia5 puisi kenangan5 religi5 sosial5 antologi puisi cinta4 kenangan4 ketuhanan4 masyarakat4 puisi malam4 puisi sosial4 Kumpulan Sajak Cinta3 Puisi Cinta Kita3 kritik3 kumpulan puisi kenangan3 kumpulan puisi sunyi3 puisi kangen3 puisi kehidupan3 puisi kesepian3 puisi penantian3 puisi perjalanan cinta3 puisi rindu3 Blog Sastra2 Blog Sastra Indonesia2 alam2 budaya2 kepribadian2 keywords2 kumpulan puisi merindu2 pamflet2 politik2 psikologi2 puisi cinta romantis2 puisi perjalanan hidup2 puisi persahabatan2 puisi protes2 Bagus Sekali1 Belajar Menulis Puisi1 Bengkel Puisi1 Chairil Anwar1 Cinta anak1 Cinta istri1 Cointoh Puisi1 Contoh Puisi Bagus1 Diam1 Ebook Puisi1 Enak1 Hasan Aspahani1 Jakarta1 Kekasih1 Keluarga1 Keren1 Kota1 Kumpulan Puisi Untuk Sahabat1 Makanan1 Pasaridea1 Patah Hati1 Portal Sastra1 Portal Sastra Indonesia1 Puis Sahabat1 Puisi Bagus1 Puisi Chairil Anwar1 Puisi Contoh1 Puisi Dunia Malam1 Puisi Jakarta1 Puisi Konsumen1 Puisi Kota1 Puisi Lawas1 Puisi Sepi1 Puisi Sunyi Malam1 Puisi Terbaik1 Puisi Terkini1 Puisi Untuk Kekasih1 Puisi kontemporer1 Puisi mutakhir1 Puisi tentang cinta1 Sahabat Kota1 Sahabat Puisi1 Sajak Nanang Suryadi1 Sangat Bagus1 Sejuta Puisi1 Senja di pelabuhan kecil1 Sri Ajati1 Syair Cinta1 Syair Malam1 Terbaik1 Terhebat1 Yusri Fajar1 bangsa1 cybersastra1 doa keselamatan1 emosi1 galau1 generasi muda1 goenawan mohamad1 google plus1 harapan1 ingatan1 kahlil giran1 kesunyian1 kwatrin1 langit1 malam1 manusia1 negara1 orkestra ananda sukarlan1 pedih1 polemik1 puis1 puisi 20121 puisi 20131 puisi akhir tahun1 puisi baru dan lama1 puisi berisi cinta1 puisi berjudul cinta1 puisi bertema cinta1 puisi diam-diam1 puisi fisika1 puisi kematian1 puisi kimia1 puisi langit biru1 puisi matematika1 puisi negeri1 puisi pajak1 puisi pemberontakan1 puisi perjuangan1 puisi personifikasi1 puisi sains1 puisi science1 puisi sunyi1 puisi tahun baru1 puisi untuk sahabat baik1 reformasi1 reformasi 19981 romantis1 sahabat1 sajak kota pontianak1 sajak negeri1 sajak pajak1 sajak psikologi1 sajak tentang sajak1 sedih1 sejarah1 skizo1 sunyi1 surabaya1 tentang puisi1 ub1 wisata alam1
Show more
  • Sajak-sajak yang hendak dibaca lagi - Mari kita baca lagi sajak-sajak ini, dari penyaircyber Nanang Suryadi. Mari kita baca lagi: 1. AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU 2. Aku Adalah Airmata...
    1 week ago
  • ハングナディム市 - あなたの街を訪問、距離の赤い土の土地は、丘の家の登場、私は都市がみ探る あなたの街で、朝はとても静かだった。朝は、太陽を待っている。それは朝の光にポップアップ表示されます。太陽の東。太陽 TIK TIK TIK重要で、あなたの街で亜鉛を滴下このストライド、内気な雨を、雨 雨が鈍化する、いつも誘う雨は空のまま...
    6 years ago
  • Um den Leser von Lyrik - Ich möchte euch mit Worten, die nicht so leicht vergessen werden begrüßen, sind die Worte von den Fingern der Zeit zur Ewigkeit gesammelt Ich lehnte mich g...
    6 years ago
  • En cuanto a la oscuridad la lluvia - Me siento aquí. mirando el crepúsculo lluvioso. no se. sólo el viento y el deslizamientoresidual en la penumbra light.you dónde? como una pluma, quiero esc...
    6 years ago
  • La ville de Hang Nadim - visiter votre ville, le terrain de terre rouge au loin, la colline apparut la maison, essayezIexplore la ville dans votre ville, la matinée a été très calm...
    6 years ago