Skip to main content

SAJAK AKU MUNTAH MUNTAH SAMPAH



aku muntah-muntah mabuk sampah yang kutelan dengan lahap karena rasa lapar tak dapat kutahankan hingga demikian tamak rakus kutelan semua tanpa sisa dan aku muntah muntah keracunan kejang-kejang mendelik mataku berputar putar dunia berputar putar di mana amerika di mana inggris di mana australia di mana indonesia aku tak kutahu lagi selain bahasaku menjadi gelap menyimpan bahasa para skizo yang paranoid tak dapat menyeberang jalan karena lalu lintas demikian brengsek dan menakutkan bagi pejalan kaki dan memaki anjing babi monyet dan hingga jalan jalan berubah menjadi kebun binatang dan ruang konsultasi seks di mana klakson dibunyikan keraskeras menindas rasa nyeri dalam dada sendiri hingga aku muntah muntah menyampah kata-kata bersumpah serapah mengutuk muntahku sendiri!

Depok, 2002



Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...