Skip to main content

KAU TELAH MENGHINA!



kau telah menghina seorang penyair yang tak mampu membayar ongkos taksi ke tempat sebuah pertunjukan dengan perut lapar karena habis puasa seharian dan tak kau sediakan seteguk pun minum bagi penyair yang datang terlambat dengan muka penuh keringat karena harus berputar-putar di kota jakartamu yang bikin sesat penyair yang tak mengerti tipu daya ibukota. ah jakarta, mengapa banyak orang betah tinggal di perutmu yang tak kenal belas kasihan.

kau telah menghina penyair yang tak punya uang untuk membeli makan minum bahkan ongkos untuk pulang ke rumah kostnya. kau sungguh-sungguh tak tahu diri memaki dengan nama tak jelas siapa dirimu. siluman yang orgasme berulang kali dengan wajah bengis dan kepala bertanduk menuding ke arah penyair yang kau hinakan sebagai orang miskin yang menginjak gedung mewah dengan perut lapar tapi masih membacakan sajak dengan penuh gairah.

kau telah menghina penyair itu. sungguh kau telah menghinanya! dengan demikian keji!

depok, 23 Desember 2002



Comments

Popular posts from this blog

Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011

KUCARI ENGKAU, TAPI KATAMU KAU CARI DULU DIRIMU SENDIRI kota demi kota menyimpan jejak kakiku, kenangan demi kenangan menera peta dalam sajakku, tapi dimana diriku sendiri? dari ceruk ke ceruk, dari palung ke palung, kucaricari rahasia diri, dimana sembunyi jawab atas tanya, o dimana? di tanur tanur rindu cintaku ditempa, hingga muai oleh api cemburu, hingga murni, cintaku padamu berkali-kali aku gawal dalam uji, berkali-kali kau ampuni, karena cintamu kutahu, karena cintamu. memberi arti di puncak malam ada yang tugur, menunggu sunyi gugur, sebagai airmata yang bercahaya, melarutkan kesah ke lautan maha Cinta Malang, 2011 DENGAN SAJAK  KUKABARKAN PUISI Sajak adalah mata kanak kanak yang bening tak berdosa, temukan rahasia di balik teka teki waktu, sebuah kehendak Kau tak dapat berbohong dengan sajak, karena sesungguhnya hatimu telah menera jejak Jika kabar demikian samar, sajak mengajakmu untuk menebak, teka teki kehendak Puisi telah memenuhi ruang kepala...

Sajak-sajak NANANG SURYADI

SELAMAT SENJA "selamat senja," katanya. puisi gemetar. lindap di balik remang cahaya. adalah gema. memantul mantul dalam dada. dalam kepala. sebagai dentang. sebagai kenang. berulang-ulang datang. "peluk aku dalam cintamu. rengkuh aku dalam rindumu. doa-doa yang ikhlas. menggetarkan semesta." pikiran-pikiran meruncing. seperti ingin menikam. dan jawab? serupa bening air. memantulkan wajah galau. 28 September 2015 SKETSA KATA-KATA 1. benar benar berkata benar benar sulit benar benar 2. tak ada tiada ada tak ada 3. di depan cermin mematut diri. belajar berpidato, tapi malu pada diri sendiri. seperti pejabat di televisi 4. separuh kosong atau separuh isi? dan kita berdebat dari sisi yang berbeda 5. semua dapat tempat semua dapat bagian. di panggung sejarah. dan kita bertepuk tangan. romeo juliet mati berpelukan. bukankah begitu tuan chairil bersabda? 6. "jangan ikuti aku, bila ku tersesat biarlah hanya diriku yang begitu". para pemujanya bertepuk tangan menge...