Skip to main content

Contoh Puisi Keinginan Menulis Puisi Rindu

Ingin Kutulis Untukmu

Ingin kutulis sajak untukmu. Mungkin ucap rindu. Tapi kekasihku, tak
kutemukan kata itu. Kucari ia dalam buku-buku. Tak juga ketemu. Kurobek buku-buku.
Kulempar semauku. Beri aku kata!

Tak ada yang memberi kata itu. Tak ada yang memberi tahu di mana kata itu.

Aku menjadi marah. Kuhancurkan rumah-rumah. Kuhancurkan segala yang ada.
Beri aku kata!

Kesunyian seperti biasanya, mencoba menghiburku. Tapi tak diserunya kata
itu. Beri aku kata!

Kubunuh kesunyian. Karena ia membisu. Tak tahu ku rindu. Beri aku kata!

Demikialah kekasihku, tak kutemukan kata itu. Mungkin kau memang tak
memerlukan juga kata itu.

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...