Skip to main content

Puisi Untuk Sahabat Cecil Mariani

TENGGAT
: cecil mariani

aku lihat engkau
di tenggat waktu
menumpuk segala
kesibukan
di batas waktu
mengejar segala entah mimpi
o, bayang-bayang yang melukis kaca jendela
penanggalan yang tak berhenti
berhamburan ke dalam dada
ruang kosong
mungkin selintas bayang
selalu terbang dari asap rokok
sebuah harap, atau mungkin kenangan
dari masa lalu yang lindap
wajahnya
bikin cemburu waktu
yang mengabadikan segala yang fana
dalam kata-kata
sebagai dilukisnya wajahmu
pada guci
abadi sebagai puisi

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...