Skip to main content

Upacara Abu & Yang Meledak Dalam Dada

Upacara Abu

Api yang dinyalakan telah mulai membakar. Lidahnya lebih tajam dari pedang. Amuknya lebih rongkah dari naga. Meliuk-liuk. Menjilati segala yang ada. Gemeretaknya melucuti keberanian. Menjadi keharuan. Mungkin pula ketakutan. Atau kecemasan. Karena biru hitam kuning merah menjela-jela. Dari wajah kusam. Dari mata yang meliar.

Inilah api. Mengamuk di dalam diri. Merobohkan segala.

O, diriku telah arang. Diriku telah abu. Ditiup angin ke segala penjuru. Menjelmalah burung-burung yang mencericit memekik menyeru namamu. Namamu.


Yang Meledak Dalam Dada

1.
ada yang meledak dalam dadaku mungkin bom waktu yang kusimpan telah sampai pada tiktaknya di detik nadir di titik akhir hingga puing puisi berserak menyerpih menjadi puing menjadi abu menjadi debu

2.
dijalin kabel dan mesiu dalam dada agar hilang nyeri tak henti menusuki jantung hati dunia yang kehilangan nurani kehilangan cinta sejati diri nyeri diri hingga geletar menjelma gelegar hingga tumpas segala nyeri merindu yang abadi


Comments

Popular posts from this blog

Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011

KUCARI ENGKAU, TAPI KATAMU KAU CARI DULU DIRIMU SENDIRI kota demi kota menyimpan jejak kakiku, kenangan demi kenangan menera peta dalam sajakku, tapi dimana diriku sendiri? dari ceruk ke ceruk, dari palung ke palung, kucaricari rahasia diri, dimana sembunyi jawab atas tanya, o dimana? di tanur tanur rindu cintaku ditempa, hingga muai oleh api cemburu, hingga murni, cintaku padamu berkali-kali aku gawal dalam uji, berkali-kali kau ampuni, karena cintamu kutahu, karena cintamu. memberi arti di puncak malam ada yang tugur, menunggu sunyi gugur, sebagai airmata yang bercahaya, melarutkan kesah ke lautan maha Cinta Malang, 2011 DENGAN SAJAK  KUKABARKAN PUISI Sajak adalah mata kanak kanak yang bening tak berdosa, temukan rahasia di balik teka teki waktu, sebuah kehendak Kau tak dapat berbohong dengan sajak, karena sesungguhnya hatimu telah menera jejak Jika kabar demikian samar, sajak mengajakmu untuk menebak, teka teki kehendak Puisi telah memenuhi ruang kepala...

Sajak-sajak NANANG SURYADI

SELAMAT SENJA "selamat senja," katanya. puisi gemetar. lindap di balik remang cahaya. adalah gema. memantul mantul dalam dada. dalam kepala. sebagai dentang. sebagai kenang. berulang-ulang datang. "peluk aku dalam cintamu. rengkuh aku dalam rindumu. doa-doa yang ikhlas. menggetarkan semesta." pikiran-pikiran meruncing. seperti ingin menikam. dan jawab? serupa bening air. memantulkan wajah galau. 28 September 2015 SKETSA KATA-KATA 1. benar benar berkata benar benar sulit benar benar 2. tak ada tiada ada tak ada 3. di depan cermin mematut diri. belajar berpidato, tapi malu pada diri sendiri. seperti pejabat di televisi 4. separuh kosong atau separuh isi? dan kita berdebat dari sisi yang berbeda 5. semua dapat tempat semua dapat bagian. di panggung sejarah. dan kita bertepuk tangan. romeo juliet mati berpelukan. bukankah begitu tuan chairil bersabda? 6. "jangan ikuti aku, bila ku tersesat biarlah hanya diriku yang begitu". para pemujanya bertepuk tangan menge...