Skip to main content

TAPI AKU LELAKI YANG GIGIL SENDIRI



tapi aku lelaki yang gigil sendiri
purnama lenyap di balik gerhana
kekasih diri lenyap dalam gundah dada

hingga kutanya bayang serupa diri:
o usia ke mana disia?

tapi aku lelaki yang gigil sendiri
purnama tak terlacak oleh mata hati
diri sembunyi dalam gelap kata-kata

hingga kutanya bayang serupa diri:
o usia sampaikah nanti pada hakiki

di pekat gelap gerhana jiwa
berhamburan piala: pecah!
menyerpih menghambur

menyeru dengan tangis
lelaki yang gigil sendiri
tak mengerti
apa yang terjadi

dalam diri

malang, 3 oktober 2003

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...