Skip to main content

KEKASIH YANG KURINDU



kekasih bagaimana harus kuungkapkan geletar rindu ini menemu cintamu
seluruh sedang resah ini menggigilkanku karena sepertinya engkau
menatapku demikian beku ke dalam lubuk dadaku

o adakah yang lebih selain cintaku padamu kekasih

engkau demikian pencemburu, memburuku dengan tatap matamu ke segala
penjuru karena masih lalai diri

o mula akhir cinta jangan kau pergi dari hidupku biar kunyalakan
sepanjang waktu hingga di laut cahayamu cinta melarut bersatu: SATU.
o engkau segala tuju inilah daku!

inilah resahku! inilah gelisahku! sebagai tangis menyerumu penuh
rindu menanti dekapmu merengkuh redakan tangis perih lukaku

malang, nopember 2003




Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...