Skip to main content

Hidup Yang Kita Syukuri

;kh

hidup yang kita jalani, hidup yang kita syukuri
dengan tawa atau tangis
melebur dalam cinta sang maha cinta

hidup yang kita beri arti, hidup yang kita syukuri
dengan riang canda atau airmata
menabur cinta ke dada cahaya

hidup yang kita jalani, hidup yang kita syukuri
dengan suka atau luka
menelusur jejak cintanya

semata, karena cintanya

Comments

cak_hananto said…
Hai Nanang... jika aku baca puisimu aku ingat pergulatan saat kamu kuliah dulu. Menjadi orang yang "unik" di antara para mahasiswa "normal", hehehe.
Terus resonansikan rasa dan pikiranmu melalui untaian kata membius!

Hananto (bukan ulo)
PuisiKita said…
syukur bersama kata
datang bersama semilir waktu

ketika syukur membuai
engkau bisa tertawa lepas

melepaskan segala tanya...
mengelupas ikatan waktu

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...