Skip to main content

Syair Makrifat

Menulis syair tak kunjung tamat
Karena tak sampai puisi pada makrifat

Menulis syair tak kunjung tamat
Karena tak sampai kata pada hakikat

Bagaimana cara membilang diri akan selamat
Jika syair tak mencapai alamat

Bagaimana cara membilang syair terhebat
Jika dhaif diri di depan sang maha dahsyat

Bagaimana diri akan mencapai hakikat
Jika tak kuasa diri menempuh syariat

Bagaimana diri akan mencapai syariat
Jika lalai hayat mencerna ayat

Inilah syair makrifat
Menasihati diri agar tak laknat

Malang, 22 Agustus 2007

Comments

Antz said…
darimana syair lahir?
dari abjad-abjad tanya
jawabankah syair itu?
atau lingkaran gelibat gelisah dari para pencari...
ghe desafti said…
pak nanang.
terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
amin pak, memang inginnya menjadi penulis.
:D
insanbiasa said…
kening saya berkerut mencari nakma puisi bapak. namun saya terkesima.
salam kenal pak.

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...