Skip to main content

Sudah kau temukankah kata-kata

penyair, sudah kau temukankah kata-kata? di lembah mana di ngarai mana kau kira kata bertahta. hingga berkelana engkau mencari kata-kata. di gunung mana di pantai mana kata-kata berada. hingga berkelana engkau memburu kata-kata.

"kata-kata memburuku. namun aku menutup pintu!"

Comments

Unknown said…
pusinya pendek sekali namun terdapat makna. itu keren
Liezmaya said…
aku tak dapat berkata kata
kata kataku yang keluar hanya terbata bata
dadaku berdegub kencang ketika kau berkata itu

ah kata kataku tak bercelana!
sunggguh
sahid said…
waduh pak nanang..... belakangan ini saya tak dapat menemukan kata-kata!
Kang Boim said…
kata datang saat tak kupikirkan
kata pergi saat kurenungkan

sepertinya kata menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap penyair

salam kenal "boim lebon"

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...