Skip to main content

Jika Engkau Terjepit di Leher Botol, Apa yang akan Kau Lakukan?

buat: afrizal malna

aku akan menulis puisi, katamu

terpejamlah malam dalam kelam dalam suram dalam geram hingga dendam redam terperam dalam hingga karam dalam palung rahasiamu yang terdalam

paras teras keras pasar serat serak sarap retas ada dada dada ada dadaku kuda dada ada daku duka dada ada amat amat mata mata tamat mata mata amat pedas getas gegas cemas gemas remas kemas lemas debar benar getar senar gitar gelar memar tebar samar besar kamar tampar gambar camar gampar sampar

malam muram malam suram malam maram malam malam pejam malam jeram malam malam lebam malam kelam malam kejam malam seram malam geram malam ketam malam malam sekam malam cekam malam peram malam rekam malam redam malam malam karam malam garam malam dawam malam malam waham malam malam kalam malam salam malam makam malam masam malam dalam malam

26 Januari 2010

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...