Skip to main content

AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU

: hasan aspahani, erie kotak, yayan triyansyah, sigit prmaudito, bemz_q, Zipless

aku menyapamu, di lintasan waktu, melintas di jalan sunyi, dirimu sendiri

di linimasa di lintasan waktu ada yang mengenang, segala kenang, segala yang muncul hilang.

di larut malam, adakah yang ikut melarut, mungkin kata yang melaut di keluasan sunyi, di keluasan semesta diri

di malam malam begini, hujan menjelma puisi, yang tak henti mengajakku bernyanyi, serupa sunyi menyanyi: ada yang melagu, mungkin rindu, mungkin cemburu, gemanya dibawa angin lalu

Malang, 2011

Comments

apa saja bisa menjelma puisi, belakangan ini kehilanganlah yang sering menjadi puisi. :)

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...