Skip to main content

SUNYI ITU

kepada: Budhi Setyawan

menelusup dalam sajak sajak yang gerah dalam udara ibukota

menelusup dalam sajak sajak yang menampung lelah kerja seharian

menelusup dalam sajak sajak yang harus bersabar dalam kemacetan di jalan raya

menelusup dalam kalimat kalimat penuh provokasi di media sosial

menelusup dalam hari hari penuh ketidakpastian

menelusup dalam.kenangan kenangan yang tak pernah dapat dilupakan

sebagai puisi yang kau cintai

Bandung, 9 Desember 2017

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...