Skip to main content

AWAN HITAM (Puisi Nanang Suryadi)

langit membeku, awan-awan hitam berdiam dalam kepalaku, tunggulah geletar petir puisi bergesekan di udara penuh listrik. gelegar guntur guruh petir di antara awan-awan hitam, serasa ingin membanjirkan kenangan demi kenangan buruk ke kota-kota yang paritnya tak sanggup menahan amarah penuh kotoran dan sampah.

seorang anak berdiri di atas loteng: lihat! perahu kertas yang kita apungkan di selokan hitam di belakang gedung-gedung megah itu, terhanyut kemari!

seorang penyair menuang syair menuang sajak menuang puisi ke dalam gelas, bergelas-gelas puisi syair sajak diteguknya, hingga mabuk dan perahu kertasnya menjelma kapal pesiar. teriaknya: hujan! hujan! datanglah, aku akan berpesiar ke negeri-negeri asing, katanya menggapai awan hitam

awan hitam penuh listrik dalam kepalaku menyambar-nyambar menggeletarkan kata-kata

16 Januari 2020

 #puisi #sajak #nanangsuryadi #penyairmidas #penyaircyber

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...