Skip to main content

DI RUANG TAMU



Di meja ruang tamunya selalu ada buku puisi. Buku-buku puisi itu bertebaran di meja, berteman dengan asbak penuh puntung rokok dan gelas kopi.

Buku-buku puisi dibacanya setiap hari, sejak bangun tidur hingga mau mandi. Setelah mandi dia baru memikirkan kemana lagi dia akan pergi dari pagi hingga malam hari. 

Namun ada yang tidak diketahuinya, saat dia mandi, para buku puisi berdebat siapa engkau yang tak henti membaca puisi setiap pagi.

Malang, 8 Juni 2022

#pentigraf_ruang

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...