Di meja ruang tamunya selalu ada buku puisi. Buku-buku puisi itu bertebaran di meja, berteman dengan asbak penuh puntung rokok dan gelas kopi.
Buku-buku puisi dibacanya setiap hari, sejak bangun tidur hingga mau mandi. Setelah mandi dia baru memikirkan kemana lagi dia akan pergi dari pagi hingga malam hari.
Namun ada yang tidak diketahuinya, saat dia mandi, para buku puisi berdebat siapa engkau yang tak henti membaca puisi setiap pagi.
Malang, 8 Juni 2022
#pentigraf_ruang
Comments