Skip to main content

DI STASIUN DEVENTER (Puisi Nanang Suryadi)

: Conrad Theodor 

Selamat malam tuan
Namamu Van Deventer, bukan?
Aku teringat namamu
Dari sejarah masa lalu

Karena ketergesaan aku tersesat
Dari stasiun ke stasiun
Hingga sampai di sini
Di Deventer ini

Seperti juga pertanyaan pertanyaanku
Tersesat dalam kepala
Tentang politik etis membalas budi 

Malam kian membeku
Namun di langit terang cahaya bulan
Aku ucapkan selamat malam, tuan

Deventer, Netherland, 4 Desember 2025



Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...