Di bulan Mei, apa yang kau ingat? Mungkin pekik suaramu di tengah kerumunan massa. Mungkin pula bisikmu di sudut jalan memandang toko toko terbakar dan kau bersyukur tidak terjebak di dalamnya.
Di bulan Mei, apa yang kau ingat? Mungkin puisi yang tak sempat kau tulis, saat wabah tak kasat mata mengamuk di tengah kehidupanmu. Dan kau berhitung angka angka, membaca kurva kesakitan, kematian dan kesembuhan. Tanpa tahu maknanya. Tanpa tahu apa gunanya.
Di bulan Mei, apa yang kau ingat? Mungkin tak semua perlu diingat, terlebih itu adalah kepedihan.
Malang, 21 Mei 2020
Comments