lembar demi lembar buku dari masa lalu, disibak perlahan, di sela minum teh poci
puisi demi puisi, kepada siapa dialamatkan, mungkin kepadamu, mungkin kepada angin lalu
lalu waktu? berdentang di dalam kenang, di dalam buku, kubaca engkau di situ
Malang, 23 Juli 2020
Comments