ada yang diam diam menitikkan airmata, membaca larik demi larik, kata demi kata, hingga detik berhenti
pada jam di jemari, buruh yang kau ingat dalam puisi, malam itu, detiknya demikian nyaring, di dalam sunyi, nyanyimu teramat sunyi
ada yang diam diam meneteskan airmata, serupa gerimis tak menjelma deras hujan, di bulan Juli yang galau, menjelang kemarau
berusaha untuk tabah, dengan jempol menari di layar gawai, melepas segala ke asal mula, yang menjadikannya ada dan tiada
19 Juli 2023
Comments