Skip to main content

Max Haveelar (Puisi Nanang Suryadi)


Di lobi sebuah hotel
Aku berjumpa denganmu 
Tuan Multatuli
Dengan bahasa asing yang tak kumengerti

Hanya ingatan
Tentang Saijah dan Adinda
Dan namamu
Dalam suara Penyair burung merak

Aku pun teringat kampung halaman
Dekat kota Jakarta 
Yang bukan ibukota negara lagi

Aku buka halaman demi halaman
Mencoba menghayati 
Makna sebuah empati

18 Desember, 2025

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...