Skip to main content

MENULIS PUISI, MENJENGUK DIRI SENDIRI (Nanang Suryadi)

Di dinding waktu kau tuliskan
Mungkin cinta yang ingin diabadikan

Di langit harap kau guratkan
Mungkin rindu yang ingin disampaikan

Kau menerka dimana batas
Hingga kau tak melampaui segala yang pantas

Kau menduga gemuruh riuh ada dalam diam
Kau menafsir kekosongan dalam keriuhan remuk redam

Hari ini, kau menulis puisi
Menjenguk diri sendiri

Nun jauh di dalam diri

29 November 2016

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...