Skip to main content

RUANG KOSONG

"Itu ruang apa Pak?" Dia bertanya kepada Pak Tua penjaga gedung kantor. Baru seminggu dia bekerja di gedung itu. 

"O, itu ruang kosong, mbak," Jawab lelaki tua yang katanya sudah menjaga gedung itu selama tiga puluh tahun. Selama satu Minggu ini dia selalu bertemu dengan lelaki tua penjaga gedung kantor itu. Dia selalu bertemu karena paling akhir pulang, menjelang jam 12 malam. Tapi dia merasa sepertinya di dalam ruangan itu ada suara-suara. Dia coba mendekat ke pintu dan menempelkan telinganya. Dia mendengar ada suara lelaki membaca puisi. 

"Pak, kok sepertinya ada orang di dalam, sedang membaca puisi?" Dia pun menoleh ke arah Lelaki tua penjaga gedung kantor tadi. Tak ada siapa-siapa di sana. Dia hanya menemukan secarik kaos bertuliskan "aku ingin hidup seribu tahun lagi..." Tepat dimana lelaki tua itu tadi berdiri.

#pentigraf_ruang

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...