Skip to main content

RUANG RINDU (Nanang Suryadi)

"Siapakah yang memberi nama ruang ini sebagai ruang rindu", dia bertanya-tanya dalam hati, setiap kali melintasi lorong di lantai satu hotel ternama di kotanya itu.

Ruang rindu sepertinya sering dia dengar dari lagu atau terbaca dari puisi-puisi yang pernah dibacanya. Dia menduga-duga pemilik hotel ini adalah seorang penulis puisi atau pencipta lagu, atau sama seperti dia menyukai membaca puisi dan mendengar lagu cinta.

Malam itu, saat  menginap ke sekian kalinya di hotel itu, dia merasa ada yang memanggilnya. Dia terbangun, dan berjalan ke arah ruang rindu. Kali ini ruang itu terbuka lebar. Dia melangkah ke pintu ruang rindu yang terbuka itu. Tiba-tiba dia dengar suara," Masuklah, aku sudah lama menunggu. Menunggumu sepenuh rindu...".

#pentigraf_ruang

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH PUISI DUNIA MAYA

- dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) "Every writer mus have an address," kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki 'rumah'. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu yang lebih personal. Orang boleh singgah, tapi mereka adalah tamu. Pengunjung boleh ada, tapi kehadiran mereka bukan inti keberadaannya. Blog adalah eksistensi pemiliknya. Popularitas blog yang meroket sejak pergantian milenium ini memunculkan demokratisasi (untuk yang kesekian kalinya) di ranah maya. Tanpa duit dan prosedur berbelit, setiap orang bisa memiliki tempat di internet. Ini mengundang banyak orang untuk mematok kapling di dunia maya. Tak perlu diisi dengan hal-hal serius, toh kita bisa mendapatkannya dengan amat mudah. Lebih mudah dari menulis di buku diari.Para blogger menumpahkan muntah mantihnya di sana. Term...