"Siapakah yang memberi nama ruang ini sebagai ruang rindu", dia bertanya-tanya dalam hati, setiap kali melintasi lorong di lantai satu hotel ternama di kotanya itu.
Ruang rindu sepertinya sering dia dengar dari lagu atau terbaca dari puisi-puisi yang pernah dibacanya. Dia menduga-duga pemilik hotel ini adalah seorang penulis puisi atau pencipta lagu, atau sama seperti dia menyukai membaca puisi dan mendengar lagu cinta.
Malam itu, saat menginap ke sekian kalinya di hotel itu, dia merasa ada yang memanggilnya. Dia terbangun, dan berjalan ke arah ruang rindu. Kali ini ruang itu terbuka lebar. Dia melangkah ke pintu ruang rindu yang terbuka itu. Tiba-tiba dia dengar suara," Masuklah, aku sudah lama menunggu. Menunggumu sepenuh rindu...".
#pentigraf_ruang
Comments